Rizal Saputra: Peringatan Hari Kartini Harus Bisa Menjadi Pemantik Optimisme

Rizal Saputra

STRATEGINEWS.id, Jakarta – Bangsa Indonesia akan memperingati Hari Kartini pada 21 April mendatang.

Peringatan Hari Kartini adalah momen mengenang perjuangan R.A. Kartini dalam emansipasi, pendidikan, dan kesetaraan gender. Lebih dari sekadar seremonial pakaian adat, Hari Kartini menjadi pengingat untuk melanjutkan semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” melalui kontribusi nyata, kemandirian, dan pemberdayaan perempuan di berbagai bidang

Rizal Saputra, Ketua Bidang Hukum dan HAM DPC PWRI Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan mengatakan, dalam konteks kebangsaan, peringatan Hari Kartini merupakan fondasi dari mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai Pembukaan UUD 1945.

“ Bangsa yang kuat, rakyatnya berdaya dan melek. Nilai Kebangsaan yang terkandung persatuan dan kesetaraan. Kartini menolak sekat gender dan feudal. Relevansi Bhineka Tunggal Ika baru  nyata kalua semua warga punya akses dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi terhadap bangs aini,” kata Rizal, Jumat [16/4/2026].

Diskriminasi, kata Rizal, hanya akanmenggerogoti nasionalisme. Peringatan hari Kartini harus bisa menjadi pemantik optimisme.

“ Memperingati Hari Kartini adalah “ngopi” kebangsaan: Ngelola Pikiran bangsa biar nggak terjajah lagi. Caranya lewat pendidikan, kesetaraan, kebanggaan budaya, dan keberanian berpikir kritis. Kalau nilai Kartini hidup, maka nilai kebangsaan juga hidup. Karena Indonesia butuh lebih banyak “Kartini” yang mau nyalain terang di tengah gelap,” tuturnya.

“Kartini menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci membebaskan perempuan dari belenggu tradisi, meningkatkan kualitas diri, dan membuka wawasan. Refleksi ini mengajak setiap perempuan Indonesia untuk berani bermimpi, menuntut ilmu, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan bangsa,” pungkas Rizal.

[sam/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *