Inilah 7 pohon buah yang justru tumbuh subur di dekat saluran air

Foto: Tanaman jambu air.

STRATEGINEWS.id, Medan — Menanam pohon buah di sekitar saluran air sering dianggap berisiko karena tanah yang terlalu basah biasanya dapat memicu pembusukan akar pada beberapa jenis tanaman.

Namun pada kenyataannya, tidak semua pohon buah sensitif terhadap kondisi tersebut karena sebagian tanaman justru mampu beradaptasi dengan baik pada tanah yang lembap dan memiliki pasokan air yang stabil sepanjang tahun.

Kondisi tanah di dekat saluran air biasanya juga kaya bahan organik karena sering mendapat endapan lumpur dan nutrisi alami yang terbawa aliran air.

Selain itu, kelembapan tanah yang relatif stabil dapat membantu pohon buah mempertahankan pertumbuhan akar yang aktif sehingga tanaman mampu menyerap nutrisi lebih optimal dibandingkan lahan yang terlalu kering.

Dengan pemilihan jenis tanaman yang tepat serta pengaturan jarak tanam yang baik, area di sekitar saluran air justru dapat dimanfaatkan sebagai lokasi kebun kecil yang produktif.

Beberapa jenis pohon buah tropis diketahui memiliki ketahanan yang baik terhadap kondisi tanah lembap dan bahkan tumbuh lebih subur ketika ditanam di lokasi tersebut.

1.Jambu Air

Jambu air termasuk salah satu pohon buah tropis yang dikenal sangat toleran terhadap kondisi tanah lembap, sehingga tanaman ini sering dijumpai tumbuh dengan baik di dekat parit, pinggir kolam, maupun area yang sering mendapatkan aliran air.

Sistem perakaran tanaman ini mampu beradaptasi dengan kondisi tanah yang cukup basah selama tidak terjadi genangan permanen yang terlalu lama, sehingga pertumbuhannya tetap stabil dan tidak mudah mengalami stres lingkungan.

Selain toleran terhadap kelembapan tanah, jambu air juga termasuk tanaman yang cukup cepat berbuah jika mendapatkan sinar matahari yang cukup dan nutrisi yang memadai dari tanah di sekitarnya.

Tanah yang berada di dekat saluran air biasanya memiliki kandungan unsur hara yang cukup tinggi karena adanya endapan bahan organik yang terbawa aliran air, sehingga kondisi ini sangat mendukung perkembangan pohon jambu air menjadi lebih rimbun dan produktif.

Dalam praktik berkebun di pekarangan rumah atau lahan kecil, banyak petani rumahan menanam jambu air di area dekat drainase atau saluran air kecil karena tanaman ini mampu memanfaatkan kelembapan tanah tersebut untuk menjaga suplai air bagi akar.

Selama tanah tidak tergenang terlalu lama dan masih memiliki sirkulasi udara yang cukup, pohon jambu air dapat tumbuh besar dan menghasilkan buah yang manis dan melimpah setiap musimnya.

2.Sirsak

Sirsak merupakan pohon buah tropis yang cukup tangguh dan mampu tumbuh pada berbagai kondisi tanah, termasuk tanah yang cenderung lembap di sekitar saluran air atau area yang memiliki tingkat kelembapan tinggi.

Tanaman ini memiliki sistem perakaran yang cukup kuat sehingga mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang memiliki ketersediaan air cukup stabil sepanjang waktu.

Kelembapan tanah yang relatif terjaga dapat membantu pertumbuhan pohon sirsak menjadi lebih cepat karena tanaman tidak mengalami kekurangan air dalam proses metabolisme dan pembentukan jaringan baru.

Kondisi ini sangat mendukung pembentukan cabang yang lebih banyak serta daun yang lebih lebat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan potensi produksi buah ketika tanaman memasuki masa berbuah.

Meski demikian, penting untuk memastikan bahwa area tanam tetap memiliki drainase yang cukup agar air tidak menggenang terlalu lama di sekitar akar tanaman.

Dengan pengelolaan lahan yang baik, pohon sirsak yang ditanam di dekat saluran air dapat tumbuh subur, menghasilkan buah berukuran besar, serta memberikan hasil panen yang cukup stabil sepanjang tahun.

3.Jambu Biji

Jambu biji dikenal sebagai salah satu tanaman buah yang sangat adaptif terhadap berbagai jenis tanah, termasuk tanah yang memiliki kelembapan tinggi seperti di sekitar saluran air atau area yang sering terkena limpasan air hujan.

Tanaman ini memiliki kemampuan adaptasi yang baik karena akar jambu biji cukup kuat dan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang berbeda.

Tanah yang sedikit lembap justru dapat membantu pohon jambu biji mempertahankan ketersediaan air bagi akar, sehingga tanaman tidak mudah mengalami kekeringan pada musim kemarau.

Selain itu, kondisi tanah yang lebih lembap biasanya juga memiliki aktivitas mikroorganisme yang lebih tinggi, yang membantu proses penguraian bahan organik menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman.

Ketika ditanam di dekat saluran air dengan jarak yang cukup aman dari genangan langsung, jambu biji dapat tumbuh lebih cepat dan menghasilkan buah dalam jumlah yang cukup banyak.

Banyak pekebun rumahan memanfaatkan kondisi ini untuk menanam jambu biji di pinggir kebun atau dekat drainase karena tanaman ini relatif mudah dirawat dan memiliki produktivitas yang tinggi.

4.Belimbing

Belimbing merupakan tanaman buah tropis yang menyukai tanah gembur dengan tingkat kelembapan yang cukup stabil, sehingga area yang berada di sekitar saluran air seringkali menjadi lokasi yang cukup ideal untuk pertumbuhan tanaman ini.

Tanah yang lembap membantu menjaga aktivitas akar tetap aktif dalam menyerap air serta nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Selain itu, belimbing memiliki kemampuan adaptasi yang cukup baik terhadap kondisi lingkungan tropis yang lembap, sehingga tanaman ini mampu berkembang dengan baik di pekarangan rumah maupun kebun kecil yang berada dekat dengan saluran air.

Dengan perawatan yang tepat, pohon belimbing dapat tumbuh rimbun dan menghasilkan buah dalam jumlah yang cukup banyak.

Namun demikian, penting untuk memastikan bahwa air tidak menggenang terlalu lama di sekitar batang tanaman karena kondisi tersebut dapat memicu penyakit akar.

Dengan menanam belimbing pada tanah yang sedikit ditinggikan atau dibuat gundukan kecil, tanaman tetap dapat memanfaatkan kelembapan tanah tanpa mengalami masalah pada sistem perakarannya.

5.Nangka

Nangka merupakan pohon buah yang memiliki sistem perakaran kuat dan mampu menembus tanah cukup dalam untuk mencari air serta nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Tanaman ini dikenal cukup tahan terhadap berbagai kondisi tanah, termasuk tanah yang sedikit lembap di area sekitar saluran air atau parit kecil.

Keberadaan sumber air yang cukup dekat dapat membantu menjaga ketersediaan air bagi pohon nangka terutama pada musim kemarau, sehingga tanaman tidak mengalami stres kekeringan yang dapat menghambat pertumbuhan.

Selain itu, tanah yang berada di dekat saluran air biasanya memiliki kandungan unsur hara yang lebih baik karena adanya endapan bahan organik.

Dalam banyak kebun tradisional di pedesaan, pohon nangka sering ditanam di tepi lahan atau dekat saluran air karena selain mampu tumbuh dengan baik, tanaman ini juga memiliki ukuran pohon yang besar dan dapat memberikan hasil buah yang melimpah.

Dengan jarak tanam yang cukup serta pencahayaan matahari yang baik, pohon nangka dapat menjadi tanaman buah yang sangat produktif.

6.Kedondong

Kedondong merupakan tanaman buah yang cukup kuat dan mampu tumbuh pada kondisi tanah yang memiliki tingkat kelembapan tinggi, sehingga sering dijumpai tumbuh dengan baik di sekitar area kebun yang dekat dengan saluran air.

Tanaman ini memiliki karakter pertumbuhan yang relatif cepat dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan kondisi tanah.

Kelembapan tanah yang stabil membantu pohon kedondong mempertahankan aktivitas pertumbuhan yang konsisten karena akar tanaman selalu mendapatkan suplai air yang cukup untuk mendukung proses fotosintesis dan pembentukan jaringan baru.

Selain itu, tanah yang kaya bahan organik di sekitar saluran air juga dapat meningkatkan kesuburan tanaman secara alami.

Dengan perawatan yang sederhana seperti pemangkasan cabang dan pemberian pupuk organik secara berkala, pohon kedondong dapat tumbuh besar dan menghasilkan buah secara rutin setiap musimnya.

Hal inilah yang membuat tanaman ini sering menjadi pilihan bagi pemilik lahan yang ingin menanam pohon buah di area yang memiliki kondisi tanah cukup lembap.

7.Sawo

Sawo termasuk salah satu pohon buah tropis yang dikenal cukup tahan terhadap berbagai kondisi tanah, termasuk tanah yang agak lembap seperti yang sering ditemukan di dekat saluran air atau drainase kebun.

Tanaman ini memiliki sistem perakaran yang cukup kuat sehingga mampu beradaptasi dengan lingkungan yang memiliki tingkat kelembapan relatif tinggi.

Kondisi tanah yang lembap namun tidak tergenang dapat membantu pohon sawo menjaga ketersediaan air bagi akar tanaman, sehingga proses pertumbuhan berlangsung lebih stabil sepanjang tahun.

Dengan nutrisi tanah yang cukup serta pencahayaan matahari yang baik, pohon sawo dapat tumbuh besar dan membentuk tajuk yang rindang.

Selain itu, sawo juga dikenal sebagai tanaman yang mampu berproduksi dalam jangka waktu panjang jika dirawat dengan baik.

Ketika ditanam di lokasi yang memiliki kelembapan tanah stabil seperti di sekitar saluran air, pohon ini dapat menjadi sumber buah yang produktif sekaligus memberikan keteduhan alami di area pekarangan rumah, seperti dikutip dari liputan6.com, Senin (23/3/2026) sore.

(KTS/rel)

Sumber: liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *