4 bocah Paluta ditemukan tewas di kolam ikan

STRATEGINEWS.id, Medan — Empat anak usia antara 4 sampai 8 tahun ditemukan tewas tenggelam di tengah kolam ikan Desa Rondaman, Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatra Utara.

Jenazah JPT, 4, SAR, 5, AWT, 7, dan PR, 8, ditemukan warga yang baru selesai mandi di pingggir kolam. Jenazah empat bocah itu sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan di pekuburan Desa Siancimun, Kecamatan Halongonan Timur.

Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim, menyebutkan, peristiwa itu diketahui Kamis (5/3/2026) sore, setelah seorang saksi melihat empat bocah itu mengapung di tengah kolam, usai ditanyai salah seorang keluarga korban yang kecarian anaknya.

“Informasi awal kami terima dari masyarakat Desa Siancimun yang melaporkan empat anak ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kolam ikan. Kami langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara,” kata AKP Abdul Hakim.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi, saksi bernama Maradongan Nasution sebelumnya melihat keempat anak tersebut bermain dan mandi di kolam. Setelah itu dia meninggalkan lokasi untuk mencari berondolan sawit di sekitar area kebun.

Kemudian saksi kembali ke kolam dan sempat mandi tanpa menyadari kondisi di tengah kolam. Tak lama, salah seorang keluarga korban datang mencari anaknya. Saat itulah saksi melihat ke arah tengah kolam dan mendapati empat anak telah mengapung.

“Maradongan Nasution berteriak meminta pertolongan warga. Masyarakat yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi para korban dari dalam kolam dan membawa mereka ke rumah keluarga,” jelas Kapolsek Padang Bolak

Polisi bersama tim medis kemudian melakukan pemeriksaan terhadap keempat korban. Dari hasil pemeriksaan ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada kematian akibat tenggelam.

“Tim medis menemukan busa pada bagian hidung korban, serta pasir di kedua telinga. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKP Abdul Hakim.

Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Berdasarkan hasil musyawarah dengan keluarga, para orangtua korban telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menolak dilakukan otopsi, ungkapnya.

Para korban akan dimakamkan di Desa Siancimun pada Jumat (6/3/2026).

Kapolsek Padang Bolak mengimbau warga agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama saat berada di sekitar kolam, sungai, maupun lokasi yang berpotensi membahayakan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih memperhatikan keselamatan anak-anak, khususnya saat bermain di area perairan,” tukasnya, seperti dikutip dari waspada.id, Jumat (6/3/2026) malam.

(KTS/rel)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *