Budaya  

Keberagaman Harus Dilakukan dengan Menghormati Perbedaan Sebagai Sebuah Kekuatan

Rizal Saputra

STRATEGINEWS.id, Jakarta – Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat majemuk, terdiri dari berbagai suku, budaya, agama, dan latar belakang lainnya. Atas dasar keberagaman inilah, bangsa Indonesia didirikan, sehingga masyarakatnya harus mampu menerima perbedaan ini sebagai suatu keniscayaan.

Menyikapi keberagaman harus dilakukan dengan menghormati perbedaan sebagai sebuah kekuatan. Dalam sistem kebudayaan, energi lahir dari sinergi. Artinya, keberhasilan negara ini berdiri dan berkembang karena adanya sinergi dari berbagai macam perbedaan dan keberagaman itu sendiri.

Rizal Saputra, mengapresiasi pelaksanaan Hari Natal 2025 di Indonesia yang berlangsung aman, damai dan penuh harmoni.

Menurut Rizal, sikap toleransi  sesama anak bangsa terus bertumbuh semakin kuat sebagai implementasi dari nilai-nilai Pancasila.

“Memahami toleransi, adalah memahami jati diri sebagai bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Toleransi keberagaman merupakan cerminan nyata dari implementasi nilai-nilai Pancasila, terutama sila kedua, “Kemanusiaan yang adil dan beradab,” dan sila ketiga, Persatuan Indonesia,” kata Rizal, Selasa [30/12/2025]

Nilai toleransi, kata Rizal, juga tercermin dalam sila pertama, di mana negara menjamin kebebasan beragama dan beribadah bagi setiap warga negara sesuai keyakinannya masing-masing, serta menghormati perbedaan keyakinan.

“ Toleransi berfungsi sebagai perekat sosial yang mencegah perpecahan dan memperkuat rasa persatuan bangsa di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar Rizal

“ Dalam momentum Natal ini, Saya menyampaikan selamat Hari Natal kepada saudara-saudaraku yang merayakannya. Semoga kita semua berlimpah rezeki, hidup tentram. Semoga semuanya rukun selalu, bahagia selalu dan damai selalu,” ujarnya.

Rizal juga menegaskan, bahwa agama adalah jalan untuk membangun kedamaian, bukan sebaliknya, jalan untuk membangun kebencian.

Dalam menyambut Tahun Baru 2026, Rizal menekankan pentingnya refleksi diri untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.

“Tahun baru kita sambut dengan sukacita, tetapi juga dengan refleksi. Tahun 2026 dimulai dengan niat yang ditata agar setiap langkah memiliki tujuan. Menata niat di awal tahun membantu pikiran tetap terjaga. Tahun baru mengajarkan bahwa perubahan dimulai dari dalam diri,” pungkasnya.

[sam]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *