Rakor dorong Konsistensi Pasokan dan Stabilitas Harga.
Strateginews.id-Sulteng, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Forkopimda, Selasa (16/9/2025).
Rapat yang digelar di ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, tersebut juga terhubung secara virtual melalui Zoom Meeting dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat sebagai bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.
“Inflasi yang terkendali akan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Karena itu, konsistensi pemerintah pusat hingga daerah sangat diperlukan,” tegasnya.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan perkembangan harga di Sulawesi Tengah pada minggu kedua September 2025 yang menunjukkan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar -0,39 persen. Penurunan ini terutama disebabkan turunnya harga beras, bawang merah, dan cabai rawit yang selama ini menjadi komoditas penyumbang inflasi utama di daerah.
Lebih lanjut, Amalia menjelaskan harga beras premium hingga minggu kedua September 2025 di zona 1 turun 0,28 persen dibanding bulan Agustus 2025. Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Morowali sebesar Rp18.000 per kilogram dan Kabupaten Buol sebesar Rp17.111 per kilogram.
Komitmen Pemerintah Provinsi Sulteng melalui Wakil Gubernur Reny Lamadjido menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui TPID akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat maupun daerah, untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mengendalikan inflasi di daerah.
“Upaya ini penting agar masyarakat tetap terjaga daya belinya dan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh pihak terkait,” ujar Wagub.
Rakor tersebut turut dihadiri Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, MM., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulteng Dr. H. Rudi Dewanto, S.E., M.M., Kepala Perwakilan Bulog Sulteng, Jusri, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah, perangkat daerah terkait, serta unsur Forkopimda. Damai Tebisi.












