STRATEGINEWS.ID, Sumenep, 16 April 2025 – Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) bersama Dinas Pendidikan melaksanakan rapat koordinasi yang bertempat di salah satu kafe di wilayah kota Sumenep. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota DPKS serta jajaran pejabat struktural Dinas Pendidikan, termasuk para kepala bidang dan staf terkait.
Kepala Dinas Pendidikan, Agus Dwi Saputra, tidak dapat hadir karena sedang menjalankan tugas di luar kota.
Rapat koordinasi ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Ardiansyah. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan terus berkomitmen melakukan pendampingan kepada sekolah-sekolah dalam hal penyusunan administrasi keuangan, khususnya dalam pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
“Kami memberikan pelatihan dan pendampingan bukan hanya untuk memenuhi syarat administrasi, tetapi untuk membiasakan praktik yang benar sejak awal. Prinsip kami adalah membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa,” ujar Ardiansyah dalam sambutannya.
Ketua DPKS, Mulyadi, dalam tanggapannya memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah pendampingan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif dinas dalam membantu kepala sekolah menghadapi berbagai kendala teknis di lapangan, terutama yang berkaitan dengan pencairan dana BOS yang sangat vital bagi operasional sekolah.
“Persoalan BOS bukan hanya terkait pencairan dana, tetapi menyangkut kesiapan administrasi yang mendasarinya. Kami mendukung sikap Dinas Pendidikan yang tegas dalam proses ini. Jika SPJ dan RKAS belum rampung, maka BOS tahun 2025 memang belum bisa dicairkan,” ujar Mulyadi.
Lebih lanjut, Mulyadi menambahkan bahwa sinergi antara DPKS dan Dinas Pendidikan sangat penting untuk menjaga akuntabilitas serta kualitas tata kelola pendidikan di Kabupaten Sumenep. Ia berharap koordinasi seperti ini dapat dilakukan secara berkala agar komunikasi dan pemecahan masalah dapat berjalan lebih efektif.
Rapat koordinasi ini berlangsung dalam suasana dialogis dan terbuka, dengan tujuan membangun pemahaman bersama antara pemangku kebijakan pendidikan di tingkat daerah. Hasil dari pertemuan ini diharapkan menjadi dasar bagi langkah-langkah strategis ke depan dalam memperkuat tata kelola pendidikan, khususnya dalam hal pengelolaan keuangan sekolah yang transparan dan akuntabel.












