STRATEGINEWS.id, Medan — Seorang perempuan lanjut usia (lansia) di Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut), Netty (62) tewas diduga dibunuh penghuni kosnya. Polisi tengah memburu pelaku pembunuhan itu.
“Kalau dari pihak kepolisian tindak lanjutnya ya, mencari pelakunya,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Poltak Tambunan, di lokasi kejadian, Rabu (23/10/2024).
Poltak mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi tengah mengumpulkan barang bukti terkait dengan kasus tersebut.
“Kami ke dalam tadi cari petunjuk-petunjuknya, masih penyelidikan. Dari situ (CCTV) memang sudah ada yang kenal. Orang-orang di sini kan tahu semua,” ujarnya.
Perwira pertama Polri itu menjelaskan, korban diduga dibunuh anak kosnya. Poltak menyebutkan, korban mengalami luka, seperti luka tusukan di bagian perutnya.
“Diduga (dibunuh anak kos). Luka di perut. Kayaknya seperti itu (luka tusuk) dan kami masih pastikan semuanya. Untuk saat ini, korban belum buat LP (laporan). Nanti mereka (korban) buat laporan,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, Netty ditemukan tewas di rumah kos sekaligus toko kelontong miliknya di Jalan Badak, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Korban diduga tewas karena dibunuh penghuni kosnya.
Ika, penjual warung makan yang berada di sebelah toko kelontong korban, menyebutkan, jasad korban awalnya ditemukannya pukul 07.30 WIB. Saat itu, Ika hendak mengantar makanan dan melewati rumah korban.
Tiba-tiba dia mendengar suara orang tengah mengorok dari dalam toko korban. Saat dilihat ke dalam toko, korban telah tergeletak dengan berlumuran darah. Ika menyebutkan, saat itu toko kelontong korban telah terbuka.
“Awak (saya) mau ngantar nasi. Dengar suara ngorok-ngorok, terjatuh. Jadi, awak penasaran. Awak lihat sudah berdarah. Awak pikir karena jatuh,” kata Ika saat diwawancarai di lokasi.
Saat kejadian, kata Ika, dia sempat melihat terduga pelaku keluar dari dalam toko tersebut. Terduga pelaku itu lalu berjalan dengan santai meninggalkan lokasi.
“Acek yang pelaku ini keluar dari belakang bawa tas. Nggak ada berdarah tangannya. Dia jalan seperti biasa. Nggak ada buru-buru,” sebutnya, seperti dikutip dari detikSumut, Rabu (23/10/2024).
(KTS/rel)












