STRATEGINEWS.Id, Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra, yang juga bakal calon presiden yang diusung Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto mengaku tak ingin buru-buru dalam menentukan sosok bacawapres yang akan mendampinginya di pilpres 2024 mendatang, meski waktu pendaftaran capres-cawapres di KPU semakin dekat.
“ Ojo kesusu, ojo grusa-grusu kita. Namanya demokrasi ya,” kata Prabowo di kediamannya, Jalan Kartanegara, Jakarta Selatan, Selasa [17/10] malam.
Saat ditanya perihal putusan MK yang membolehkan kepala daerah belum berusia 40 tahun maju sebagai capres/cawapres, Prabowo tak menjawab, hanya mengacungkan jempol.
Ketika wartawan bertanya apakah sosok cawapres yang mendampinginya adalah wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka, yang juga putra sulung Jokowi, lagi-lagi Prabowo enggan menjawab.
Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang merupakan kumpulan partai politik pendukung Prabowo Subianto menjadi calon presiden 2024 segera mengadakan rapat untuk membahas bakal calon wakil presiden pendamping Ketua Umum Gerindra itu.
“Nanti akan dibicarakan di tingkat partai,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani usai rapat dewan pembina di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (16/10/2023) petang.
Menurut Muzani, cawapres Prabowo akan akan ditentukan melalui persetujuan dari ketua umum partai politik dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).
“Sedang mencocokkan para waktu ketua umum,” kata Muzani.
Muzani menyebutkan, sebenarnya pertemuan para pimpinan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dijadwalkan pada Senin. Namun, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pergi ke China mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Karena ada ketua umum parpol yang menyertai kunjungan presiden ke China, maka rapat ketua umum partai Koalisi Indonesia Maju ditunda sampai dengan kumpul semuanya,” ucap Muzani.
Muzani juga menyebut, putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK) akan menjadi bahasan dalam rapat mendatang.
“Tentu saja ini akan menjadi sebuah cara pandang dari partai-partai koalisi KIM dalam mengambil keputusan,” kata Muzani.
Apakah Koalisi Indonesia Maju akan menggelar karpet merah untuk Gibran? Kita tunggu saja.
[ nug/red]












