STRATEGINEWS.Id, Subulussalam – Dua unit gedung pasar yang baru dibangun Pemko Subulussalam kosong tak ditempati pedagang.
Adapun kedua gedung yang baru dibangun tersebut yakni gedung pasar Penanggalan sekira 2 tahun lalu,dan gedung pasar harian Sp.kiri yang baru saja selesai dibangun pada tahun 2022 kemaren.
Kedua gedung tersebut dibangun menelan anggaran negara miliaran rupiah untuk kepentingan masyarakat Kota Subulussalam,dengan harapan untuk mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ternyata sampai sekarang tidak ditempati masyarakat pedagang.
Hari ini (Minggu 16/07) pihak dinas terkait ingin menertibkan para pedagang dan pedagang kaki lima yang ada disekitar pasar harian Sp.Kiri agar mau menempati gedung baru tersebut, tetapi tidak berhasil.
Strategi news berhasil mengumpulkan beberapa informasi ternyata banyak kendala yang dialami oleh dinas terkait dalam menertibkan para pedagang tersebut.
Antara lain para pedagang tidak mau masuk berjualan di dalam gedung baru, jikalau masih ada pedagang yg berjualan dipinggir jalan.
“Kami mau masuk berjualan di dalam,tapi jgn ada lagi yang berjualan di pinggir jalan,kami sudah bayar banyak untuk dapatkan kios tapi banyak pedagang yg berjualan dipinggir jalan, bagaimana kami bisa untung,ujar seorang pedagang.
Informasi yang dikumpulkan Strateginews banyak pedagang yang membayar cukup besar untuk dapat berjualan diseputaran pasar harian,baik di dalam gedung maupun di pinggir kaki lima.
Bergeser ke pasar Penanggalan,pasar yang dibangun sekira lima tahun yang lalu itu sangat sepi.Ironisnya lagi pada tahun 2022 dibangun satu unit gedung baru dan sampai hr ini tidak ditempati pedagang.Dana miliaran rupiah yang digelontorkan pemerintah hanya mubazir belaka.
Maksud pemerintah ingin meningkatkan PAD tapi karena kesalahan regulasi hanya bangunan mubazir yang didapat.
Strategi new mewawancarai para pedagang di pasar Penanggalan.Menurut mereka banyak para pedagang di Penanggalan yang berpindah jualan ke pasar harian Sp.Kiri walaupun mereka hanya berjualan di kaki lima saja.Pedagang yang berpindah lokasi jualan kebanyakan dari pedagang dari luar daerah, seperti pedagang Sidikalang dan sekitarnya.
“Sudah dua tahun pasar ini mulai sepi, lantaran banyak pedagang yang pindah jualan ke pasar harian di Sp.kiri bg”,ujar mereka.
Diperlukan ketegasan pemerintah kota Subulussalam dalam hal ini eksekutif dan legislatif untuk membuat regulasi yang bisa membuat pasar penanggalan bangkit kembali dan PAD dari kedua pasar meningkat.
Menertibkan para pedagang yang ada di pasar harian Sp.Kiri salah satunya.Seperti dijelaskan diatas bahwa banyak pedagang di pasar penanggalan yang berpindah berdagang ke pasar harian walaupun di pinggir jalan.Sementara gedung baru di pasar harian juga sepi pedagang.
Ada apa ini..,pasti ada kesalahan regulasi yang dibuat.Atau banyak kepentingan didalamnya yang saling tarik menarik,sehingga kedua gedung baru tersebut tidak ditempati pedagang.
Mohon kepada para pejabat yang memiliki wewenang atas permasalahan ini agar melepaskan sejenak kepentingan pribadi dan golongan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan PAD dari pasar.
Jangan hanya dibangun gedung pasar tapi tidak bisa mengelolanya.Terindikasi banyak kepentingan oknum tertentu yang menciptakan kondisi pasar harian Sp.Kiri tak teratur sehingga PAD pun tak tercapai,yang seharusnya jadi pendapatan daerah malah jadi pendapatan oknum tertentu.
Mohon kepada APH untuk menindak para oknum yang melakukan pungutan tanpa dasar di pasar harian tersebut.
[dedi]












