3 Hari Disegel Warga, PT. GRS Kembali Beroperasi

banner 1600x820

STRATEGINEWS.id, Landak Kalbar – Aksi penutupan pagar Pabrik PT. Gunung Rinjuang Sejahtera ( GRS ) yang dilakukan oleh Oknum eks Karyawan menyebabkan Pabrik tersebut tutup selama 3 hari tetapi kini Pabrik dapat Kembali beroperasi.

Jum’at sore (14/4/2023) telah dilaksanakan ritual adat untuk membuka pintu pagar Pabrik PT. GRS yang terletak di Desa Selutung Kecamatan Mandor Kabupaten Landak Kalimantan Barat.

Kapolres Landak AKBP I Nyoman Budi Artawan bersama pejabat utama memimpin langsung Peleton Samapta Polres Landak yang dilibatkan dalam mengamankan ritual adat tersebut.

Dalam kegiatan tersebut hadir juga Forkopimcam Kecamatan Mandor, Ketua DAD, Temanggung Desa Selutung dan Desa Kayu Ara, Kepala Desa Selutung, Pihak Pabrik, Karyawan serta Masyarakat disekitar area Pabrik.

Kapolres Landak menegaskan bahwa kehadiran pihaknya bertujuan untuk menindaklanjuti keluhan petani sawit, masyarakat serta pihak pabrik yang mana dengan adanya penutupan yang dilakukan secara sepihak oleh oknum tertentu sehingga berdampak luas pada perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami ingin menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Landak apalagi ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak serta menghindari bentrokan antar kelompok masyarakat,” ucap Kapolres.

Kapolres menegaskan bahwa jika ada permasalahan segera laporkan pada pihaknya dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain apalagi sampai melanggar hukum.

“Kami akan sesegera mungkin melakukan pemanggilan berbagai pihak terkait permasalahan ini agar masing – masing pihak dapat menyelesaikan permasalahan ini secara arif dan bijaksana,” terang Kapolres.

Hal senada disampaikan oleh Arjudin selaku Camat Mandor menjelaskan langkah ini dilakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Forkopimcam Kecamatan Mandor dengan pihak Manajemen Pabrik berberapa waktu lalu.

“Saya berharap kejadian ini tidak lagi terulang, jika ada permasalahan pihak perusahan harus segera mungkin menyelesaikan dengan baik, jika ada hambatan segera komunikasikan dengan kami,” ucap Camat.

Salah satu masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa dirinya menyambut baik apa yang dilakukan oleh Pihak Kepolisian serta apartur setempat dimana dengan dibukanya kembali Pabrik ini pihaknya dapat menjual hasil panennya.

“Kami jual pada tengkulak harga sangat jauh berbeda, biaya operasional bertambah namun dengan dibukanya Pabrik ini kami dapat mudah menjual hasil panen kami lagi, terima kasih kepada aparat Kepolisian dan pemerintah kecamatan yang sudah membantu proses pembukaan pagar ini sehingga berjalan aman, baik dan lancar,” ucapnya.

[sartiman]

banner 1600x820

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *