STRATEGINEWS. Id. Landak Kalbar- Sebanyak 70 an lebih kelompok ibu-ibu PKK di Desa Meranti mendapat pelatihan Kewirausahaan “Olahan ubi kayu menjadi kripik” produksi dan pengemasan dari lembaga Dinar Project, Nanang, S.Pd, Aprianingrum dan Waode rahmadan diaula Kantor Desa Meranti Kecamatan Meranti Kabupaten Landak Kalimantan Barat Selasa (5/9/2023).
Pelatihan ini diselenggarakan dari Dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Nusantara Sarana Alam (NSA) anak perusahaan Sampoerna Agro Tbk Landak Area yang dibuka langsung oleh Camat Meranti, Elly Kornelia di hadiri Kades Meranti,Yeheskiyel, Social Investment PT. Sampoerna Agro Landak Area,Tendo Sihite,Benediktus Pabayo dan pimpinan, PT. NSA, Patimura Pinem bersama askep serta staf lainnya.
” Mudah-mudahan program ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Kami juga berharap kepada ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini untuk serius mengikutinya sampai selesai,” harap Camat Meranti, Elly Kornelia dalam membuka acara pelatihan tersebut.
Elly Kornelia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak perusahaan PT. NSA yang telah memberikan program yang terbaik khususnya untuk ibu-ibu di Desa Meranti ini.
Senada disampaikan Kepala Desa Meranti, Yeheskiyel kepada ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini untuk senantiasa menyimak dengan baik apa yang di sampaikan oleh narasumber. Mudah-mudahan dari pelatihan ini juga kita dapat meningkatkan sumber daya ekonomi ibu-ibu,” katanya.
“Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih kepada pihak perusahaan yang telah bersedia mengadakan pelatihan Kewirausahaan “Olahan ubi kayu menjadi kripik” produksi dan pengemasan di Desa Meranti ini,” jelas Yeheskiyel seraya.
Sementara pimpinan, PT. NSA, Patimura Pinem berharap dengan diadakannya pelatihan kewirausahaan “Olahan ubi kayu menjadi kripik” produksi dan pengemasan ini semoga bermanfaat untuk membuka usaha,” katanya singkat.
Social Investment Sampoerna Agro Landak Area,Tendo Sihite mengatakan bahwa dari program CSR perusahaan dalam bentuk pelatihan kewirausahaan ini adalah salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi.
Menurut Tendo Sihite, ubi kayu atau singkong adalah potensi yang menjadi dasar diadakannya pelatihan kewirausahaan di Desa Meranti guna untuk mengembangkan usaha rumahan yang nantinya bisa menciptakan pelaku-pelaku UMKM.
” Harapan kami setelah diadakan pelatihan ini akan timbul pelaku-pelaku UMKM di Desa Meranti yang secara tidak langsung dapat meningkatan perekonomian masyarakat khususnya rumah tangga ibu-ibu masing-masing,” jelas Tendo lagi.
(Man)






