STRATEGINEWS.id, Jakarta – Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono kampungan, ditanggapi santai Partai Demokrat.
Dalam program Rosi, yang ditayangkan di Kompas TV pada Kamis [20/7] 2023, Luhut menyebut AHY kampungan, karena menuding pemerintah berupaya menjegal pencalonan presiden Anies Baswedan.
Menanggapi tucapan Luhut, Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra meminta Luhut lebih baik memberi masukan kepada Presiden Joko Widodo untuk mencopot Moeldoko dari posisi Kepala Staf Kepresidenan [KSP].
Sebab manuver Moeldoko yang melakukan upaya merebut Partai Demokrat dari kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono, terkesan dibiarkan oleh Presiden Joko Widodo.
“ Lebih baik Pak Luhut sarankan Pak Jokowi tolong di-resuffle itu Moeldoko atau disentil itu. Jangan ganggu-ganggu lah. Jangan mengambil apa yang bukan haknya,” kata Herzaky, dilansir dari Kompas.com, Minggu [23/7].
Sikap tegas juga disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon. Melalui akun twitter pribadinya @jansen_jsp, Jansen menegaskan agar Luhut tidak ikut campur dan fokus pada bidangnya urusan investasi.
“ Saya menghormati anda sebagai senior dibangsa ini dan yg dituakan di tanah Batak, namun tidak tepat menurut saya kata anda ini utk Ketua Umum kami mas AHY. Saya pribadi dan kami kader @PDemokrat — yg selama bbrp tahun ini berjuang mempertahankan partai kami dari rongrongan Muldoko — sangat terganggu dgn kata-kata anda ini,” demikian Jansen dalam cuitannya.
“Lebih baik karena anda juga bukan Menko yg mengurusi soal politik dan hukum di negara ini, harusnya tidak usah ikut campur soal ini. Fokus saja anda soal investasi, tesla dll yg jadi bidang anda. Dimana banyak juga hasilnya yg terasa kampungan;,” sambungnya.
Jansen juga mengungkapkan, sejak awal Demokrat sudah meminta ke Presiden Jokowi untuk meresuffle Moeldoko. Namun faktanya, sampai saat ini Moeldoko masih terus dipertahankan.
“ Soal Muldoko ini, kami sejak awal sudah meminta ke pak @jokowi utk mereshuffle Muldoko. Termasuk saya pribadi selaku kader dan pengurus Demokrat dalam banyak kesempatan tidak pernah jemu meminta itu. Agar pemerintah termasuk Presiden terhindar dari tuduhan macem2. Namun faktanya sampai saat ini dia terus dipertahankan;” ujarnya.
[ win/red ]












