Budaya  

Direktur Kemendibudristek Kunjungi Kawasan Kota Tua Donggala

Yudi Wahjudin Saat melihat bangunan sekolah Tionghoa (Chung Hwa School) di kawasan Kota Tua Donggala.

STRATEGINEWS.Id, Donggala – Direktur Pelindungan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud Ristek, Yudi Wahjudin, didampingi Kepala Balai Pelindungan Kebudayaan (BPK) Wilayah XVIII (Sultengbar), Andi Syamsu Rijal bersama tim melakukan peninjauan ke kawasan Kota Tua Donggala.

Kunjungan dua pejabat itu dilakukan untuk mencermati dan melihat langsung kondisi sejumlah Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang terdapat di Kota Donggala. Sebab sampai saat ini belum ada satupun bangunan atau benda warisan sejarah yang ditetapkan sebagai cagar budaya sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

“Kita berharap kerja sama semua pihak baik pemerintah, komunitas maupun lembaga terkait ikut menjadi bagian untuk mendukug penetapan cagar budaya dalam Kota Donggala,” kata Yudi di sela-sela kunjungannya.

Dalam kunjungan tersebut hadir pula Kepala Bidang (Kabid) Pelindungan dan Pelestarian Kebudayaan Dinas Kebudayaan Provinsi Sulteng, Iksam Djorimi, Kabid Kebudayaan Disdikbud Donggala, Rosmawati bersama Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Donggala.

Yudi Wahjudin Saat melihat bangunan sekolah Tionghoa (Chung Hwa School) di kawasan Kota Tua Donggala.

Selama berada di Donggala, Direktur Pelindungan Kebudayaan Kemendikbud Ristek RI itu mendatangi bangunan bekas Chung Hwa School atau dikenal Sekolah Cina. Gedung berkonsep tua ini menjadi perhatian khusus, dengan menyusuri dari halaman luar, bagian teras hingga masuk ke dalam beberapa ruangan.

Selanjutnya Yudi bersama tim TACB mengunjungi Kawasan Pelabuhan Tua Donggala dengan mendokumentasikan bekas Kantor Douane atau Bea Cukai. Sebuah Gedung berlantai tiga milik Departemen Keuangan RI. Di sekitar Douane terdapat gudang-gundang yang tak berfungsi, namun memiliki nilai sejarah penting.

“Dalam sejarah yang pernah ditulis Rasyid Asba, salah satu sejarawan dari Makassar menyebut kawasan Pelabuhan Donggala bagian dari jalur rempah. Karena itu, kedepan kita masukkan dalama agenda Kemndikbud Ristek RI dalam pemetaan jalur rempah,” kata Yudi.

Dari pelabuhan tua, bergeser kunjungi bekas gudang Coprafond, Yayasan Kopra peninggalan Belanda yang terletak di Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, Donggala. Di tempat ini, Yudi bersama Andi Syamsu Rijal melakukan pendokumentasian foto sambil melakukan penelusuran lokasi dengan memasuki salah satu gudang bentuk silinderis.

“Saya mencermati kota ini banyak memiliki warisan budaya benda yang cukup menarik, sayang sekali kalau tidak dilakukan peneyelamatan berupa pemanfaatan dan harus dibuatkan narasi agar kisahnya dapat diketahui generasi muda mendatang,” Tukas Yudi berpesan.

DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *