STRATEGINEWS.id, Medan — Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi media di era digital saat menjadi narasumber dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang digelar di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Dalam paparannya, Wong menilai, perkembangan teknologi digital telah membawa dampak besar bagi dunia jurnalistik, terutama dalam hal kecepatan dan volume arus informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Dia mencontohkan penggunaan perangkat telepon seluler dengan kapasitas penyimpanan data yang sangat besar, mulai dari 1 terabyte hingga 2 terabyte, yang membuat penyebaran data dan informasi semakin masif.
Menurutnya, kemajuan teknologi tersebut memang memudahkan kerja jurnalistik. Namun di sisi lain, kondisi itu juga berpotensi memunculkan banjir informasi yang tidak selalu terverifikasi dengan baik.
“Perkembangan teknologi membuat data semakin banyak dan cepat beredar. Tetapi jika tidak diimbangi dengan verifikasi yang baik, maka informasi yang salah juga bisa ikut tersebar,” ujar Wong.
Selain tantangan teknologi, dia juga menyinggung persoalan tekanan lokal yang sering dihadapi media di berbagai daerah, terutama pada momentum politik seperti pemilihan umum.
Menurutnya, tekanan dari kelompok tertentu kerap menjadi hambatan bagi media dalam menjalankan tugas jurnalistik secara independen dan objektif.
Di samping itu, keterbatasan akses terhadap informasi resmi juga masih menjadi kendala bagi jurnalis dalam menyajikan berita yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Wong menilai perlu adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan media.
Dia mencontohkan praktik yang dilakukan di Kota Medan, di mana sejumlah jurnalis dilibatkan dalam kegiatan peliputan pemerintahan secara terbuka sehingga informasi yang disampaikan kepada publik dapat lebih akurat.
“Kalau media dilibatkan secara terbuka, maka data yang disampaikan juga akan lebih nyata dan tidak menimbulkan spekulasi yang salah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wong juga menekankan pentingnya media untuk terus menjaga standar jurnalistik, dengan menyajikan laporan yang berimbang, akurat, dan tidak memihak.
Menurutnya, hal itu menjadi kunci utama agar media tetap dipercaya masyarakat dalam ekosistem demokrasi.
Dia juga mendorong media untuk berperan aktif dalam edukasi pemilih, termasuk melalui program literasi informasi serta perluasan pendidikan politik hingga ke masyarakat akar rumput.
Selain itu, media juga diharapkan mampu menyediakan ruang dialog publik yang sehat, seperti melalui debat terbuka atau diskusi konstruktif antara pemilih dan para kandidat guna memperkuat kualitas demokrasi.
Wong turut menekankan pentingnya transparansi pemerintah dalam memberikan akses informasi kepada media.
Dia menyebutkan, DPRD memiliki peran untuk membuka akses terhadap data dan dokumen resmi agar proses peliputan dapat berjalan secara lebih transparan dan akuntabel.
Tak kalah penting, dia menyoroti perlunya perlindungan hukum bagi jurnalis agar kebebasan pers tetap terjaga dari ancaman kriminalisasi maupun berbagai bentuk tekanan eksternal.
“Keamanan kerja jurnalis harus dijamin. Tanpa perlindungan hukum yang kuat, kebebasan pers akan sulit berjalan secara optimal,” tegasnya dan menambahkan, DPRD juga berkomitmen mendorong program literasi digital guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya informasi yang akurat dan terpercaya.
Dengan langkah tersebut, Wong berharap media dapat terus berkembang sebagai pilar demokrasi yang independen, sekaligus mampu mengurangi kesenjangan informasi di era digital, seperti dikutip dari poskotasumut.id, Sabtu (7/3/2026) siang.
(KTS/rel)












