Catatan; Dr. Suriyanto PD, SH, MH, M.Kn *)
Jelang pesta demokrasi Pemilu dan Pilpres 2024, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita, akhir-akhir ini tengah diuji. Persatuan dan kesatuan bangsa mulai terkoyak. Sebagai anak bangsa, seakan kita abai terhadap eksistensi kita sebagai bangsa yang berbudaya, termasuk dalam mensikapi persoalan-persoalan bernegara.
Pergumulan kepentingan yang berujung pada kegaduhan kian mengemuka. Apabila tidak disikapi dengan arif, berpotensi merusak nilai-nilai persatuan dan kesatuan, berpotensi konflik dan rentan perpecahan.
Persoalan berbangsa yang saat ini tengah mengemuka, menjadi sebuah keprihatinan, dan sebagai anak bangsa, harus mensikapi dengan jernih, arif dan luas, sehingga tidak meruntuhkan konstruksi kehidupan berbangsa dan bernegara, karena tercabiknya nilai-nilai persatuan dan kesatuan.
Apa yang terjadi saat ini, kita tidak perlu mensikapi dengan berlebihan, apalagi membuat statement yang bisa menimbulkan kegaduhan. Kita rasakan, suhu politik memang cenderung mengalami peningkatan karena politik merupakan bagian dari kehidupan bangsa. Memanas wajar-wajar saja, apalagi jelang perhelatan pesta politk pilpres dan pileg 2024 mendatang
Ajang pemilu 2024 ini hanya menjadi ajang perdebatan sengit antar tokoh politik dan aktivis tanpa memikirkan etika moral yang baik untuk memberi contoh kepada generasi muda sebagai calon pemimpin Bangsa Indonesia kedepan menuju tahun 2045 Indonesia emas.
Bagai mana kita sebagai Bangsa besar yang memiliki cita cita besar untuk menjadi bangsa yang maju jika para tokohnya tidak memberi contoh yang baik terhadap generasi penerusnya.
Seperti yang terjadi dari tahun ke tahun politik generasi muda terus menerus di suguhkan dengan informasi yang beredar baik di layar kaca, media online dan media sosial yang isinya perdebatan tidak mendidik baik secara politik maupun secara sosial.
Indonesia memang menganut demokrasi tetapi demokrasi tidak ada yang absolut sehingga kebebasan untuk berbicara, berpendapat tetap harus mengedepankan etika dan moral disemua kalangan karena kita ini Bangsa Indonesia terlahir sebagai bangsa yang memiliki adat dan budaya yang berbudi pekerti luhur yang termaktub pada palsafah bangsa Indonesia yaitu “PANCASILA”
Bicara demokrasi, kita harus mampu memaknainya secara luas. Demokrasi itu tidak sebatas pada tataran politik saja, namun beragam hal termasuk aturan dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Dalam kehidupan demokrasi, termasuk bagaimana memperkokoh konstruksi moral, karena menyangkut pertanggung jawaban,
Terutama kepada tokoh dan aktivis era Orde Baru yang sudah sepantasnya saat ini menjadi guru bangsa tidak lagi cawe cawe di dunia politik tetapi selayaknya memberikan edukasi yang terbaik untuk generasi muda Bangsa Indonesia sebagai pemimpin masa depan, juga para tokoh Reformasi haruslah melakukan hal yang sama.
Perbaikan Bangsa Indonesia kedepan menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa yang mengedepankan gotong royong, bekerja bersama disemua golongan untuk Bangsa bukan mengedepankan kepentingan kelompok ataupun pribadi, semoga kita semua sebagai Bangsa yang memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan negara dapat menyadari hal tersebut.
Sebagai anak bangsa yang mencintai negeri ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh-tokoh politik, tokoh nasional, tokoh agama maupun pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan situasi keamanan yang sejuk, dan kondusif, sehingga esensi kehidupan berdemokrasi bisa kita rasakan, dengan melahirkan pemimpin sesuai pilihan rakyat.
Saya berharap, kita semua memiliki komitmen dalam mengawal demokrasi ini, seluruh pemangku jabatan atau pihak-pihak yang berkompeten, bisa menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik pula, dan menghasilkan pemimpin yang terbaik sesuai pilihan rakyat.
*) Ketua Umum Pro GP










