Opini  

Pertamina Hulu Energi Siap Melantai Perdana di Bursa Saham

Bagus Ferza

Oleh : Bagus Ferza

Pertamina Hulu Energi (PHE) dikabarkan akan segera melantai perdana di bursa saham. Menyusul, anak usaha Pertamina lainnya yang lebih dulu Initial Public Offering (IPO) yakni Pertamina Geothermal Emergy (PGE). Wacana pelaksanaan Initial Public Offer (IPO) atau melepaskan sebagian kepemilikan saham dari Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan salah satu langkah yang perlu diambil dalam rangka memperbaiki skema bisnis dari Pertamina Hulu Energi (PHE).

Dan untuk di ketahui bersama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina mendapatkan score 85,05 atau kategori sangat baik, dalam Assesment Good Corporate Governance (GCG) Tahun buku 2022. Hal ini diumumkan dalam Exit Meeting Assesment GCG di Jakarta

Assesment GCG Merupakan salah satu usaha Pertamina Hulu Energi dalam mengevaluasi, melakukan, penilaian terhadap seberapa besar implementasi tata kelola perusahaan yang baik dalam proses bisnis di perusahaan.

IPO Pertamina Hulu Energi memang ditujukan untuk mendapatkan suntikan dana segar. Suntikan dana ini nantinya dapat digunakan untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut terhadap sumber-sumber minyak baru yang dapat dioptimalisasi oleh Pertamina Hulu Energi

Diperkirakan saham PHE akan dilepas sebanyak 10%. Hal ini juga merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kinerja dari PHE mengingat produksi nasional yang baru menyentuh 1 juta barel per hari (bph), sehingga Indonesia masih membutuhkan sekitar 471.498 barel per hari untuk memenuhi kekurangan suplai tersebut. Kementerian BUMN bekerjasama dengan lembaga perbankan dunia seperti Credit Suisse, J.P. Morgan Chase & Co, dan Citi Bank dan lembaga perbankan domestik seperti BRI Reksadana untuk menyiapkan pelepasa saham PHE ke publik. Diperkirakan IPO PHE akan mendatangkan dana sebesar 20 Triliun rupiah.

Langkah IPO Pertamina Hulu Energi (PHE) pada dasarnya membantu transparansi dalam corporate cultur yang ada di PHE karena setelah di lepas ke publik setiap kinerja PHE akan dipantau melalui mekanisme pasar, di sisi lain kekhawatiran akan kontrol negara di dalam PHE setelah IPO tidak akan hilang mengingat saham mayoritas masih dimiliki oleh negara.

*) Bagus Ferza (Mahasiswa Ekonomi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *