Pimpinan Bank Jatim Sumenep Remehkan Jurnalis: Kontroversi yang Bisa Merusak Citra Bank

Kantor Bank Jatim Sumenep

STRATEGINEWS.ID, SUMENEP – Sikap pimpinan Bank Jatim Cabang Sumenep belakangan ini mendapat sorotan tajam setelah dianggap merendahkan profesi jurnalis dalam sebuah interaksi yang menuai kekecewaan. Kejadian tersebut bermula ketika seorang jurnalis mencoba menjalin komunikasi dengan pimpinan bank melalui pesan WhatsApp, dengan niat memperkenalkan diri dan membangun hubungan baik.

Namun, respons yang diterima justru jauh dari yang diharapkan. Alih-alih menyambut dengan sikap profesional, pimpinan Bank Jatim Sumenep, Arif Firdausi, malah menghubungi balik melalui telepon dan memberikan respons yang mengejutkan. Dalam percakapan tersebut, Arif menanggapi secara sinis, mengatakan, “Ada apa, Mas? Kami nggak punya uang. Pihak bank juga mencari uang, uang itu ada di bulan 10.”

Pernyataan tersebut ternyata hanya permulaan dari serangkaian komentar yang dianggap menghina profesi jurnalis. Arif kemudian menambahkan, “Karena yang kami ketahui, media itu pasti urusan uang.” Pernyataan ini langsung memicu kemarahan dari pihak media yang merasa diperlakukan dengan cara yang tidak layak.

Moch Thoriqil Akmal, SH, salah satu perwakilan media yang terlibat dalam percakapan tersebut, menyampaikan kekecewaannya. “Kami hanya ingin memperkenalkan diri dan menjalin komunikasi. Bukan meminta uang atau membahas soal finansial. Kami memang belum pernah bertemu, dan tujuan kami hanya untuk silaturahmi yang baik. Namun, tanggapan yang diberikan sangat merendahkan profesi kami,” ujar Akmal dengan nada kecewa.

Menurut Akmal, sikap yang ditunjukkan oleh pimpinan Bank Jatim Sumenep sangat disayangkan, mengingat peran media yang sangat vital dalam menyebarkan informasi yang tepat kepada masyarakat. “Kami berharap ada hubungan yang baik antara media dan lembaga keuangan daerah seperti Bank Jatim. Namun, jika sikap seperti ini yang diberikan, itu menimbulkan keraguan besar terhadap profesionalisme seorang pimpinan,” tambahnya.

Komunikasi yang Merusak Citra Lembaga

Peristiwa ini memunculkan diskusi luas di kalangan jurnalis dan masyarakat mengenai pentingnya etika komunikasi, terutama dari seorang pemimpin di lembaga keuangan. Seharusnya, sebagai pengelola lembaga yang memiliki hubungan langsung dengan masyarakat, termasuk media, pimpinan Bank Jatim Sumenep harus menjaga komunikasi yang transparan dan profesional.

Lia FQ, seorang ahli komunikasi publik, mengungkapkan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci penting dalam menjaga citra positif suatu lembaga. “Seorang pemimpin, khususnya di sektor publik atau yang berhubungan dengan masyarakat, harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Respons yang diberikan oleh pimpinan Bank Jatim Sumenep justru berpotensi merusak citra lembaga itu sendiri,” jelas Lia.

Menurut Lia, media bukanlah musuh, melainkan mitra yang dapat membantu menyampaikan informasi yang benar kepada publik. “Jika ada miskomunikasi atau kesalahpahaman, sebaiknya diselesaikan secara profesional, bukan dengan pernyataan yang menunjukkan sikap arogan dan meremehkan profesi lain,” tegasnya.

Potensi Kerusakan Citra Bank Jatim

Kasus ini berpotensi mencoreng nama besar Bank Jatim, yang sebagai lembaga keuangan daerah seharusnya menjaga hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk media. Sebagai mitra utama yang dapat membantu menyampaikan informasi yang penting dan positif, sikap merendahkan media akan berdampak buruk pada citra bank tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Jatim Sumenep belum memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataan kontroversial yang dikeluarkan oleh pimpinan mereka. Sementara itu, berbagai pihak berharap agar Bank Jatim segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki hubungan dengan media dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Menunggu Klarifikasi dan Langkah Perbaikan

Sikap pimpinan Bank Jatim Sumenep yang dianggap arogan dan tidak profesional dalam berkomunikasi dengan media kini menjadi sorotan publik. Pernyataan yang dilontarkan tidak hanya mengecewakan jurnalis yang mencoba menjalin komunikasi, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar terkait tingkat profesionalisme dalam institusi perbankan tersebut.

Ke depan, diharapkan ada perbaikan nyata dalam pola komunikasi serta transparansi dari pihak Bank Jatim, agar hubungan mereka dengan media dan masyarakat tetap terjaga dengan baik. Sampai saat ini, publik menunggu klarifikasi resmi dari Bank Jatim Sumenep terkait kontroversi ini. (ibn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *