Berapa batas minum air putih harian agar tak rusak ginjal?

Foto: Ilustrasi minum air putih.

STRATEGINEWS.id, Medan — Tubuh manusia tidak hanya membutuhkan asupan gizi namun juga membutuhkan air. Air merupakan komponen terbesar dari struktur tubuh manusia, kurang lebih 60–70 persen berat badan orang dewasa sehingga air sangat diperlukan tidak hanya untuk menghilangkan dahaga, namun juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Dilansir dari Antara, Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI), dr Pringgodigdo Nugroho SpPD-KGH, menyampaikan pentingnya konsumsi air mineral dengan takaran yang tepat berdasarkan usia.

“Minum itu sangat berpengaruh bagi tubuh. Asupan cairan harus cukup melalui minum air putih. Namun tentu ada takaran dan batasan tertentu agar tidak merusak ginjal,” ujar Pringgodigdo di Jakarta, belum lama ini.

Pringgodigdo menjelaskan, rata-rata kebutuhan air untuk usia remaja dan dewasa sehat adalah sekitar dua liter per hari. Konsumsi berlebih dari angka tersebut juga tidak disarankan karena dapat berdampak negatif bagi fungsi tubuh.

“Rata-rata orang dewasa dua liter (air mineral) cukup. Kalau masih sehat, biasanya dua liter cukup. Karena kalau kelebihan tidak bagus juga, bisa jadi tubuh terlalu banyak mengeluarkan cairan, jadi buang air kecil terus. Dan yang baik, kita harus menjaga keseimbangan,” ujarnya.

Untuk lansia atau orang yang berusia di atas 60 tahun, ia merekomendasikan konsumsi air sekitar 1,5 liter per hari, tidak kurang dan tidak lebih.

Sementara itu, berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kebutuhan cairan anak-anak berdasarkan usia adalah sebagai berikut: *Bayi usia 0–6 bulan: 700 mililiter per hari *Bayi usia 7–12 bulan: 800 mililiter per hari *Anak usia 1–3 tahun: 1,3 liter per hari
*Anak usia 4–8 tahun: 1,7 liter per hari.

Menurut Pringgodigdo, air mineral atau air putih memiliki peran vital dalam menjaga berbagai fungsi tubuh.

Air membantu memelihara keseimbangan cairan, mendistribusikan nutrisi, membersihkan racun, menjaga keseimbangan elektrolit dan pH tubuh, serta menunjang fungsi otak dan kesehatan kulit.

Selain itu, konsumsi air yang cukup dapat mencegah dehidrasi dan berbagai penyakit lainnya.

“Minum air yang cukup juga dapat membantu mencegah berbagai masalah kesehatan, seperti batu ginjal, infeksi saluran kemih, dan sembelit,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan, kebutuhan cairan setiap orang berbeda, tergantung pada tingkat aktivitas fisik, kondisi kesehatan, iklim tempat tinggal, dan terutama usia.

Selain memenuhi kebutuhan cairan tubuh, Pringgodigdo juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kondisi kesehatan ginjal secara rutin. Ia menyarankan agar setiap orang mulai melakukan pemeriksaan ginjal sejak usia 15 tahun.

Menurutnya, penyakit ginjal merupakan gangguan kesehatan yang kerap berkembang secara diam-diam dan baru menunjukkan gejala saat sudah memasuki stadium lanjut.

“Penyakit ginjal bisa menyerang usia muda, di atas 15 tahun itu sudah harus segera pemeriksaan diri. Gejala penyakit ginjal hingga saat ini juga belum bisa terdeteksi,” ujarnya.

Salah satu gejala yang diwaspadai adalah ketika menemukan kondisi urine berbusa.

“Hanya saja, salah satu gejalanya itu kalau urine berbusa. Tapi kalau sudah berbusa itu sudah terlambat. Kalau yang belum parah biasanya tidak ada tanda-tandanya. Makanya perlu pemeriksaan rutin ke dokter,” jelasnya.

Pringgodigdo juga mengutip data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan peningkatan faktor risiko penyakit ginjal pada penduduk usia 15 tahun ke atas.

Faktor risiko tersebut seperti proporsi masyarakat yang kurang makan sayur dan buah sebesar 95,5 persen, proporsi kurang aktivitas fisik 35,5 persen, proporsi merokok 29,3 persen, proporsi obesitas sentral 31 persen dan proporsi obesitas umum 21,8 persen.

Angka-angka tersebut meningkat dibandingkan data Riskesdas tahun 2013 dan mencerminkan meningkatnya risiko penyakit ginjal, terutama pada usia muda, seperti dikutip dari kompas.com, Rabu (10/6/2026) sore.

(KTS/rel)

Sumber Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *