POLRI  

Puluhan Anggota Saka Bhayangkara Polres Landak Belajar Penanganan Gigitan Ular Bersama Habitat Tanah Borneo

Oplus_131072

STRATEGINEWS. Id. Landak Kalbar- Puluhan siswa-siswi anggota Saka Bhayangkara Polres Landak mengikuti kegiatan edukatif bertema penanganan gigitan ular di Mapolres Landak, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang memadukan teori dan praktik ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan dasar menghadapi situasi darurat di lingkungan masyarakat.

Kegiatan dipimpin langsung personel Sat Binmas Polres Landak. Hadir Ps. Kanit Bintibsos Aiptu Suriansyah, Ps. Kaurmintu Aiptu Karmin, Ps. Kanit Bhabinkamtibmas Aipda Unggul Gatot Prayogo, dan Ps. Kanit Binpolmas Bripka Hery Prayogi. Materi disampaikan bersama komunitas Habitat Tanah Borneo Landak.

Peserta merupakan siswa-siswi pilihan dari empat sekolah: SMK Negeri 1 Ngabang, SMA Negeri 2 Sengah Temila, SMA Negeri 3 Ngabang, dan SMA Maniamas Ngabang. Mereka dipilih karena aktif dalam kegiatan Saka Bhayangkara dan dinilai memiliki minat tinggi di bidang kebencanaan dan pertolongan pertama.

Kenali Jenis Ular Berbisa dan Langkah Selamatkan Korban

Materi utama disampaikan oleh Sdra. Riza dari Komunitas Pecinta Ular Habitat Tanah Borneo. Ia menjelaskan perbedaan ular berbisa dan tidak berbisa, ciri-ciri ular berbahaya yang umum ditemukan di Kalimantan Barat, serta mitos yang sering menyesatkan masyarakat.

“Jangan pernah mengisap bisa atau mengikat luka terlalu kencang. Itu justru memperparah kondisi. Yang benar adalah tenangkan korban, imobilisasi bagian yang digigit, dan segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” jelas Riza di hadapan peserta.

Sesi teori dilanjutkan dengan simulasi penanganan korban gigitan ular. Peserta dibagi kelompok untuk mempraktikkan pembidaian, pembalutan, dan cara memindahkan korban dengan aman. Suasana menjadi hidup saat siswa aktif bertanya dan mencoba langsung setiap langkah.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K melalui Ps. Kanit Bintibsos Aiptu Suriansyah mengatakan kegiatan ini bagian dari pembinaan karakter anggota Saka Bhayangkara.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pengetahuan yang bermanfaat kepada generasi muda, khususnya anggota Saka Bhayangkara, agar mereka memahami langkah yang benar saat menghadapi bahaya gigitan ular serta mampu membantu masyarakat secara cepat dan tepat,” ujar Aiptu Suriansyah.

Ia menambahkan, pembinaan semacam ini juga membentuk nilai disiplin, keberanian, dan kepedulian sosial. “Kami berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tambahnya.

Pentingnya Edukasi ke Masyarakat Luas

Narasumber Sdra. Riza menegaskan masih banyak masyarakat yang salah kaprah dalam menangani gigitan ular. Menurutnya, penanganan awal yang tepat sangat menentukan keselamatan korban.

“Penanganan pertama yang benar dapat meminimalisir risiko fatal akibat bisa ular. Karena itu masyarakat perlu mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari saat terjadi gigitan ular,” terang Riza.

Para peserta mengaku kegiatan ini memberi pengalaman baru yang jarang didapat di sekolah. Selain menambah wawasan tentang satwa liar, mereka juga merasa lebih percaya diri untuk bertindak jika suatu saat berada di situasi darurat.

(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *