STRATEGINEWS.id, SIDRAP — Sejumlah mahasiswa bersama masyarakat yang menjadi korban investasi bodong menggelar aksi demonstrasi, Rabu (29/4/2026). Aksi tersebut dilakukan dengan long march dari Lapangan Usman Isa menuju depan Markas Kepolisian Resor (Polres) Sidrap.
Setibanya di depan Polres Sidrap, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penanganan kasus investasi bodong yang dinilai belum tuntas. Dalam aksinya, mahasiswa mengajukan empat tuntutan, yakni mendesak Kapolres Sidrap untuk segera mengusut tuntas kasus investasi bodong yang meresahkan masyarakat, menuntut transparansi dalam proses penyidikan, mencopot aparat yang dianggap lalai, serta mengusut tuntas kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan tertib. Para demonstran secara bergantian menyampaikan orasi, menuntut keadilan bagi para korban yang mengalami kerugian akibat investasi ilegal tersebut.
Menanggapi tuntutan massa, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong menyampaikan komitmennya dalam menangani berbagai laporan secara profesional. Ia menegaskan akan menjaga agar seluruh anggota kepolisian tetap berada di jalur yang benar dalam menjalankan tugas.
“Terkait kasus investasi bodong, saat ini masih dalam proses dan kami sementara melengkapi bukti-bukti,” ujar Fantry.
Ia juga mengimbau semua pihak untuk mengikuti prosedur hukum yang berlaku. “Ikuti prosedur hukum, saya jamin kasus ini akan diselesaikan,” tegasnya.
Aksi demonstrasi tersebut menjadi bentuk desakan publik agar penanganan kasus investasi bodong dan kasus lainnya di Sidrap dapat segera dituntaskan serta memberikan keadilan bagi para korban.
[aco]












