Opini  

Murid Menjambak Guru di Ruang Kelas Cermin Merosotnya Moral dan Etika

Catatan: Mariyanto

Dunia pendidikan di Kota Langsa kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video singkat yang memperlihatkan tindakan tidak terpuji seorang siswi terhadap gurunya. Video yang berdurasi beberapa detik tersebut mendadak viral setelah diunggah di berbagai platform media sosial pada jumat (24/4).

Dalam rekaman tersebut, terlihat suasana di dalam sebuah ruang kelas. Seorang siswi yang mengenakan seragam batik dan rok abu-abu tampak terlibat adu mulut yang hebat dengan seorang siswi lain di depan papan tulis.

Suasana semakin memanas ketika seorang guru wanita mencoba menengahi dan memberikan teguran. Alih-alih patuh, siswi tersebut justru menunjukkan gestur melawan, membentak, hingga mengarahkan telunjuknya ke arah sang guru dengan nada bicara yang tinggi. Perdebatan tersebut disaksikan oleh siswa-siswi lain yang berada di dalam kelas.

Kejadian ini memancing beragam reaksi keras dari warganet. Banyak yang menyayangkan merosotnya nilai etika dan karakter siswa terhadap tenaga pendidik.

“Sangat miris melihat moral generasi sekarang. Guru adalah orang tua di sekolah, tidak seharusnya diperlakukan seperti itu,” tulis salah satu komentar netizen.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden pelanggaran disiplin siswa di lingkungan sekolah, yang menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan dalam menanamkan pendidikan karakter sejak dini

Kejadian seperti ini tidak bisa dianggap sepele. Selain faktor lingkungan dan pola asuh, lemahnya penegakan disiplin di sekolah juga diduga menjadi penyebab utama. Jika tidak ditangani serius, hal ini berpotensi merusak sistem pendidikan dan wibawa guru di masa depan

Pihak sekolah diharapkan segera mengambil langkah tegas, baik melalui pembinaan terhadap siswa maupun evaluasi sistem pengawasan di lingkungan sekolah. Di sisi lain, peran orang tua juga dinilai sangat penting dalam menanamkan nilai sopan santun sejak dini.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan etika generasi muda.

Pentingnya Pendidikan Karakter

Perkembangan teknologi dan arus globalisasi membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Generasi muda saat ini hidup di era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi, media sosial, serta berbagai pengaruh budaya global.

Kondisi ini memberikan banyak peluang sekaligus tantangan bagi perkembangan moral dan perilaku generasi muda. Oleh karena itu, karakter pendidikan menjadi aspek penting dalam proses pendidikan untuk membentuk pribadi yang berakhlak, bertanggung jawab, serta memiliki nilai-nilai moral yang kuat.

Pendidikan karakter merupakan proses penanaman nilai-nilai moral, etika, serta sikap positif yang bertujuan membentuk kepribadian individu yang baik. Generasi muda yang memiliki karakter kuat akan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan, seperti pengaruh negatif media sosial, pergaulan bebas, serta menurunnya sikap saling menghargai dalam masyarakat.

Di lingkungan sekolah, karakter pendidikan dapat ditanamkan melalui berbagai kegiatan pembelajaran maupun aktivitas di luar kelas. Guru memiliki peran penting sebagai teladan dalam menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta rasa hormat kepada sesama. Melalui proses pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga membangun sikap dan perilaku yang positif.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Jelas bahwa pendidikan tidak hanya bertitik berat pada kecerdasan intelektual saja melainkan pembentukan karakter anak. Pendidikan tidak hanya sekedar mengisi otak tetapi juga harus mengembangkan potensi lain yang dimiliki melalui pengembangan karakter secara optimal.

Oleh sebab itu, perlu dan penting menanamkan nilai-nilai karakter yang akan mengantarkan generesi penerus bangsa tersebut kepada kepribadian yang sopan dan santun dalam bertutur kata. Pendidikan karakter merupakan proses positif pada pengembangan emosional, spiritual dan kepribadian untuk membangun jati diri seseorang.

Buya Hamka pernah berkata: “Persoalan bangsa sekarang bukanlah persoalan menghadapi bom atom atau bom nuklir. Tapi persoalan bangsa sekarang adalah menghadapi degradasi moral anak bangsa”.

Permasalahan moral generasi sekarang merupakan akumulasi dari pendidikan masa lalu yang kurang menerapkan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa manusia pintar tapi tidak baik, itu merupakan suatu bahaya karena mempunyai kesempatan berbuat curang.

[red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *