Strateginews.Id, Donggala – Pemerintah Kabupaten Donggala mengajak seluruh lintas sektor melakukan penanganan penurunan stunting secara serius dan terpadu.
“Jadi penanganan stunting harus dikerjakan secara bersama-sama mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, akses air bersih serta sanitasi hingga penguatan peran keluarga dan edukasi masyarakat,” kata Bupati Donggala Vera Elena Laruni.
Vera Elena Laruni juga menyatakan, pentingnya kegiatan pra-musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tematik stunting guna memperkuat koordinasi antar-perangkat daerah, termasuk memastikan program yang direncanakan tepat sasaran.
“Tentunya persoalan stunting ini harus menjadi perhatian seluruh pihak karena memang berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang,” Tegasnya.
Target prevalensi stunting di Donggala pada 2026 ditetapkan 24,3 persen.
“Adapun capaian hingga saat ini masih berada di angka 29,6 persen sehingga pemerintah daerah bertugas untuk segera menurunkan angka tersebut,” Imbuh Vera.
Lebih lanjut Vera menjelaskan pemerintah daerah juga menargetkan prevalensi stunting 24,3 persen pada 2026 dan turun menjadi 23,8 persen pada 2027.
“Saat ini sejumlah kecamatan di Donggala telah berhasil menekan angka stunting selama tahun 2025 seperti Sojol, Sindue Tobata, dan Tanantovea,” Tukasnya.
DAD












