Budaya  

Perayaan Imlek 2577 dan Festival CGM 2026 Momentum Indah Keberagaman di Kota Singkawang

STRATEGINEWS.id, Singkawang Kalbar – Pembukaan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 Kota Singkawang. Berlangsung di lapangan Kridasana Singkawang, Minggu malam, (15/02/2026).

Agenda tahunan Perayaan Imlek dan Festival CGM, tidak hanya sekedar meriah. Namun mendatangkan nilai positif bagi warga masyarakat Kota Singkawang. Serimonial pembukaannya diawali dengan penampilan konsep seni budaya 17 paguyuban etnik dengan durasi kurang lebih 15 menit. Juga disertai atraksi burung Phoenix dan Naga terbang di udara sekitar panggung seni hiburan.

Walikota Singkawang Tjai Chui Mie, resmi membuka Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026. Dalam kata sambutannya Tjhai Chui Mie mengatakan, selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir di lapangan stadion Kridasana, khusususnya rombongan Wakapolda Kalimantan Barat beserta jajarannya.

“Malam ini adalah malam yang istimewa. Dimana kita bisa mmengabarkan pembukaan acara perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026. Saya atas nama Pemerintah Kota Singkawang mengucapkan dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada panitia Imlek dan CGM dan seluruh jajarannya serta seluruh pihak yang sudah ikut berpartisipasi , ” kata Tjhai Chui Mie didampingi Wakil Walikota Singkawang, Muhammadin.

Seperti telah disampaikan Ketua Pelaksana, lanjut Tjhai Chui Mie, ada sponsorship, ada donatur dan TNI Polri yang telah mengamankan acara ini.

Tjhai Chui Mie menyoroti opening serimony, yang menurut sangat meriah. Dimana di dalamnya, kata dia, terdapat keberagaman pakaian nusantara yang ditampilkan. Tentunya, harap Tjhai Chui Mie, acara ini tidak hanya jadi tontonan tapi bisa sebagai momentum untuk meningkatkan tali persaudaraan, saling menghormati dan menghargai. “Sehingga menumbuhkan rasa toleransi kita, ” ucapnya.

Serta tentunya yang paling penting adalah, sambung Tjhai Chui Mie, bagaimana meningkatkan pergerakan ekonomi.

“Dimana kita tahu tadi sudah disebutkan, ada UMKM nya. Ada seninya, kemudian bentuk dari sisi pariwisata, kita harap makin meningkat. Dengan adanya kegiatan ini tentunya harapan kita seluruh masyarakat Singkawang atau sekitarnya, bisa merasakan manfaat dari kegiatan ini, ” harap Tjhai Chui Mie.

Tahun ini, ungkap Tjhai Chui Mie, kita merasakan suasana yang semakin istimewa. Karena perayaan Imlek dan CGM yang sedang berlangsung beriringan dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H dan momentum ini menjadi gambaran nyata indahnya keberagaman di Kota Singkawang.

Kata Tjhai Chui Mie, disatu sisi kita menyaksikan lampion yang menyala penuh harapan. Disisi lain kita mendengarkan lantunan do’a dan panggilan ibadah yang menyejukkan hati. Perbedaan cara merayakan tidak pernah menjadi penghalang justru memperkuat rasa saling menghormati toleransi dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Kita dapat menyaksikan betapa indahnya Kota Singkawang. Ornamen nuansa indah CGM dipadu dengan ornamen nuansa Ramadhan dan Idulfitri. Inilah wajah Singkawang yang sesungguhnya harmonis dalam keberagaman dan damai dalam kebersamaan, ” kata Tjhai Chui Mie dengan semangat, mantap.

Di lapangan Stadion Kridasana, merupakan tempat central Perayaan tahun baru Imlek dan Festival CGM. Terdapat pentas megah seni budaya multi etnis, expo berbagai produk dan ragam kuliner yang akan berlangsung pada 15 Februari hingga 4 Maret 2026.

Dari pantauan, pernak pernik ornamen khas Imlek tahun kuda api dan CGM di lapangan Kridasana terlihat indah dan tertata. Panitia penyelenggara menyuguhkan Taman 8 Kuda sebagai simbol menuju kesuksesan. Kekhasan agenda tahunan kali ini, menampilkan delapan kuda asli dan kolaborasi seni budaya di pentas seni. Disamping itu terdapat banyak tempat selfie spot dengan konsep pohon berdaun emas dan lain sebagainya. Baik yang ada di dalam taman kuda maupun disekitarnya.

(Ibnu Azan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *