Warga dan Kades Basoka Gotong Royong Tambal Jalan Rusak, Desak Perhatian Pemkab Sumenep

Kepala Desa Basoka, Achmad Suhdi sedang kerja bhakti bersama dengan aparatur desa dan warga memperbaiki jalan rusak

STRATEGINEWS.ID, SUMENEP – Kerusakan jalan poros desa yang menghubungkan Kecamatan Rubaru dengan Kecamatan Ganding kembali memantik keprihatinan. Di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, kondisi jalan yang rusak parah telah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan menyeluruh. Tak ingin terus menunggu, Kepala Desa Basoka, Achmad Suhdi, bersama aparatur desa dan warga akhirnya turun tangan melakukan gotong royong memperbaiki sebagian ruas jalan yang rusak.

Pantauan di lapangan, Kamis (22/1/2026), kerusakan paling parah terlihat di Dusun Batoguluk, Desa Basoka. Aspal yang terkelupas dan badan jalan yang tergerus air hujan membuat jalur tersebut rawan dilalui, terutama saat musim penghujan. Kondisi itu diperparah oleh lamanya jalan tersebut tidak tersentuh anggaran perbaikan dari pemerintah.

Dengan peralatan seadanya, kepala desa bersama perangkat desa tampak menambal jalan menggunakan cor dan semen. Namun perbaikan itu hanya bersifat sementara dan terbatas pada titik-titik tertentu. Keterbatasan anggaran Dana Desa membuat perbaikan menyeluruh mustahil dilakukan.

Achmad Suhdi menegaskan, kerusakan jalan poros tersebut bukan persoalan baru. “Dari arah Kecamatan Rubaru menuju Ganding, jalan ini sudah rusak lebih dari lima tahun. Dulu sempat kami perbaiki secara swadaya, tapi sekarang kondisinya kembali rusak dan tidak pernah diperbaiki lagi,” ujarnya.

Menurut Suhdi, persoalan utama terletak pada status jalan yang kini masuk kategori jalan PUD (Pekerjaan Umum Daerah). Dengan status tersebut, pemerintah desa tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengalokasikan Dana Desa secara maksimal. “Kalau Dana Desa kami dianggarkan penuh untuk memperbaiki jalan poros ini, jelas tidak cukup. Dana Desa lebih kami prioritaskan untuk jalan lingkungan yang masuk ke kampung-kampung,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak desa sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah kabupaten. “Kami sudah mendatangi bupati dan dinas terkait, tapi sampai sekarang belum ada realisasi perbaikan,” tambahnya.

Kondisi ini membuat pemerintah desa berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Jalan poros Desa Basoka bukan hanya jalur penghubung antar kecamatan, tetapi juga urat nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. “Harapan kami sederhana, jalan PUD Desa Basoka ini segera diperbaiki oleh pemerintah kabupaten,” pungkas Suhdi.

Gotong royong yang dilakukan warga dan pemerintah desa menjadi bukti kepedulian di tengah keterbatasan. Namun tanpa intervensi anggaran dari pemerintah daerah, perbaikan tambal sulam dinilai tidak akan mampu menyelesaikan persoalan mendasar kerusakan jalan tersebut. (ibn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *