Daerah  

Gas Melon 3kg Kembali Langka di Singkawang

Anggota DPRD Kota Singkawang Tri Wahyudi

Strateginews.id, Singkawang Kalbar –  Gas elpiji 3 kg belakangan ini kembali sangat langka keberadaannya. Dampaknya dirasakan langsung oleh warga masyarakat Singkawang pengguna rutin gas bersubsidi itu.

Susahnya mendapatkan kebutuhan pokok warga belakangan ini, telah berlangsung lebih dari waktu satu minggu berjalan. Kemana raibnya melon hijau berisi gas tersebut, tidak ada yang tahu ke mana rimbanya.

Termasuk pejabat berkepentingan, salah satu anggota DPRD Kota Singkawang, yang sebelumnya ditanyai terkait keberadaan barang kebutuhan warga yang mestinya terdistibudikan dengan baik di tengah warga ini, pun terkesan bungkam tidak memberikan jawaban. Kemana kabur dan raibnya gas melon subsidi 3kg ?.

“Sampai sekarang, hari ini susah sekali mendapatkan gas itu. Kalau ada yang dapat pun, harga sangat tinggi mencapai 30-35 ribu rupiah. Kami selaku warga berharap kepada Pemkot Singkawang untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi. Mau masak saja jadi susah sekarang ini,” kata seorang ibu rumah tangga, selaku warga pengguna gas melon di Singkawang, mencurahkan kekesalannya, Jum’at (16/01/2026).

Gas melon, selama ini biasanya tersedia di berbagai pangkalan. Selain itu juga tersebar di warung warung terdekat pemukiman warga. Harganya memang jadi cukup tinggi mencapai 22 hingga 25 ribu rupiah pertabung. Saat ini alternatif warga untuk mendapat kebutuhan dasar itu, sampai menyasar atau mendatangani agen dan beberapa spbu. Situasi yang dialami warga tetap nihil, tidak mendapatkan gas 3kg itu. Uniknya petugas SPBU maupun agen yang ditanyai, hanya menjawab gas melon tidak, sudah habis. Yang ada hanya gas tabung panjang warna pink 12kg non subsidi . Disekitar tempat tempat itu hanya terlihat gas gas melon yang kosong.

“Kemana perginya gas melon, ” kata salah seorang warga yang enggan namanya disebutkan.

Dihubungi via hp, anggota DPRD Kota Singkawang Tri Wahyudi, mengakui adanya pengaduan masyarakat langkanya gas subsidi 3kg di Kota Singkawang. Dirinnya menjelaskan, telah menanyai penyebab terjadinya kelangkaan. Menurutnya, dari kejelasan yang diperoleh memang ada keterlambatan penghantaran tabung melon berisi gas ke sejumlah pangkalan di Kota Singkawang. Tri Wahyudi tidak menampik, kelangkaan tersebut, telah berlangsung hampir dalam waktu dua minggu belakangan ini.

“Sudah kami kumpulankan pihak terkait dan kami tanyai sejumlah pangkalan pangkalan. Mengapa sampai terjadi lagi kelangkaan gas subsidi 3kg. Memang ada keterlambatan penghantaran dari pihak pertamina ke agen kemudian ke pangkalan pangkalan, ” kata Tri Wahyudi.

Pihak penyalur distribusi gas subsidi 3 kg di Kota Singkawang, ungkap Tri, telah berjanji akan segera mengatasi situasi kelangkaan. Mereka, kata dia, berjanji akan segera mengatasi keadaan sampai hari minggu ini.

“Kalau memang, sampai hari minggu (18/01/2026) ini gas masih langka ditengah warga Singkawang, kami akan ambil tindakan. Saya sendiri sudah berkoordinasi dengan wakil walikota berkenaan dengan langkanya gas subsidi di tengah warga masyarakat Singkawang yang kembali terjadi belakangan ini, ” tegas Tri Wahyudi.

(Azn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *