Strateginews.Id, Donggala – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, mengajak seluruh Tim Penggerak PKK pada semua tingkatan, kader posyandu, dan penyuluh KB, mendukung penanganan kasus stunting.
“Tentunya peran dan partisipasi aktif perempuan, ibu hamil, dan ibu menyusui, memiliki korelasi kuat terhadap keberhasilan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Donggala,” kata Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan.
Menurut Taufik, pemerintah daerah mendukung program-program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk melakukan intervensi terhadap stunting melalui Program Berani Pelita Hati.
“Pemkab Donggala akan mendukung, termasuk memperkuat program-program Pemerintah Provinsi Sulteng dalam mewujudkan daerah yang bebas stunting, khususnya di Donggala,” Paparnya.
Taufik menjelaskan, stunting juga memberikan dampak dan mempengaruhi kecerdasan, kesehatan, dan daya saing generasi muda, pada masa mendatang.
Menurutnya, tingkat prevalensi stunting di Kabupaten Donggala mengalami penurunan signifikan dari 34,1 persen di tahun 2023 menjadi 29,6 persen pada tahun 2024 lalu.
“Data terbaru tahun ini kasus stunting alami penurunan hingga 17,1 persen. Tentunya ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak khususnya peran TP PKK, kader posyandu, dan tenaga kesehatan,” Terangnya.
Taufik menyebutkan TP PKK merupakan ujung tombak utama dalam penurunan kasus stunting, sebab bisa melakukan intervensi by name by address.
“Jadi memang untuk program penanganan stunting harus melibatkan PKK, karena mereka yang bisa memastikan program berjalan nyata di lapangan,” Tukas Wabup Donggala Taufik M Burhan.
DAD












