Panitia Kongres Boemipoetra Nusantara 2026 Resmi Umumkan Jadwal dan Struktur Kepanitiaan

Ketua Organizing Committee Kongres Boemipoetra Nusantara 2026, M.D. La Ode. (Istimewa)

STRATEGINEWS.ID (Jakarta) – Panitia Pelaksana Kongres Boemipoetra Nusantara 2026 resmi mengumumkan rangkaian persiapan, jadwal Pra-Kongres, serta susunan kepanitiaan nasional dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (12/12/2025).

Kongres ini merupakan agenda lima tahunan Forum Silaturrahim Boemipoetra Nusantara (FSBN) sesuai amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi tersebut.

FSBN didirikan oleh 17 tokoh nasionalis sebagai wadah penguatan nilai-nilai kebangsaan, advokasi kedaulatan, serta penguatan posisi warga negara dalam konteks politik nasional. Forum ini berangkat dari semangat sejarah panjang Nusantara dan dinamika sosial-politik modern. Organisasi ini menempatkan penguatan kedaulatan, penguatan karakter kebangsaan, serta partisipasi politik yang berkeadilan sebagai pilar utama visinya.

Ketua Panpel Kongres Boemipoetra Nusantara 2026, MD La Ode, menjelaskan, FSBN masa bakti kepengurusan 2021–2026 akan berakhir pada 17 Oktober 2026. Merujuk AD/ART Pasal 12, Kongres Nasional diselenggarakan setiap lima tahun dan diikuti oleh seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSBN di seluruh Indonesia. Atas dasar itu, Panitia Pelaksana (Panpel) mulai melakukan persiapan sejak akhir 2025.

“Kongres ini merupakan forum tertinggi organisasi. Karena itu seluruh proses dipersiapkan secara matang dan terbuka,” ujar La Ode.

Dalam kesempatan yang sama, diumumkan juga susunan panitia Kongres Boemipoetra Nusantara 2026, masing-masing:
Pembina: Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno, SH
Penasehat: Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat
Ketua Steering Committee: YM Dr. Shechan Shahab
Ketua Organizing Committee: M.D. La Ode
Sekretaris: Ida Made Sugita, S.Ag., M.Phil.H
Bendahara: Brigjen TNI (Purn) Edy Purwanto

Rangkaian Pra-Kongres Tujuh Kota

Mempertegas agenda pelaksanaan Kongres, Panitia merilis jadwal Pra-Kongres yang akan digelar setiap bulan mulai akhir 2025 hingga pertengahan 2026 sebagai forum konsolidasi nasional. Meski masih bersifat tentatif dan dapat berubah sesuai kondisi lapangan, namun panitia mematikan pedoman pelaksanaan agenda tersebut tidak bergeser terlalu jauh.

Rangkaian Pra-Kongres tersebut direncanakan sebagai berikut, Jakarta – 20 Desember 2025; Medan – Januari 2026; Bandung – Februari 2026; Palembang – Maret 2026; Bali – April 2026; Surabaya – Mei 2026; dan, Yogyakarta – Juni 2026. “Lokasi Pra-Kongres maupun tuan rumah Kongres masih dapat berubah menyesuaikan dinamika dan kesiapan daerah,” jelas La Ode.

Selanjutnya, Panpel akan berfokus pada agenda puncak yaitu Kongres Boemipoetra Nusantara ke-II yang direncanakan berlangsung di Makassar.

Seleksi Calon Ketua Umum

Panitia juga mengumumkan bahwa seleksi calon Ketua Umum telah dilakukan. Nama yang masuk dalam penjaringan diantaranya, Marsekal Madya TNI (Purn) Kisenda Wiranatakusumah, MA, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan tokoh nasional dengan latar belakang keluarga TNI dan akar budaya Sunda.

Proses pemilihan ketua umum selanjutnya akan diputuskan dalam sidang pleno Kongres 2026.

Dalam keterangan lainnya, La Ode menyampaikan bahwa Kongres Boemipoetra Nusantara 2026 diharapkan menjadi momentum konsolidasi nasional organisasi serta penguatan gagasan kebangsaan yang konstruktif bagi Indonesia.

“Persiapan sudah kami mulai dari bawah hingga pusat. Kami berharap Kongres 2026 menjadi ruang musyawarah yang produktif, inklusif, dan memperkuat semangat kebangsaan,” tutupnya. (SN/son)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *