Ritual Mattimpa Bujung Dalam Tradisi Pesta Panen

Strategi news.id, Wajo Sulsel — Masyarakat Kelurahan Pammana, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, menyelenggaraan Pesta Panen tahunan, sebuah acara yang kaya akan tradisi sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen padi yang melimpah tahun ini.

Acara yang dijuluki sebagai tradisi “Mattimpa Bujung ” atau ekspresi syukur lainnya ini, berlangsung di lingkungan Sarasa Kel.Pammana Kec. Pammana Kab. Wajo pada hari Minggu 16 November 2025.

Pesta panen merupakan agenda tahunan yang menggabungkan unsur budaya, agama, dan pemerintahan, bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar warga serta sebagai ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta atas berkah hasil bumi yang melimpah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Wajo bidan pemerintahan hukum dan politik Soni Paisal di mana kegiatan ini di sambut baik dan rasa syukur karena disambut baik dengan kegiatan tradisional dengan muatan lokal serta sumber air yang ada disekitarnya cukup baik, olehnya itu mengharapkan Perlunya menjaga kelestarian tanaman yang ada disekitarnya serta adanya penghijauan untuk menjaga kelestarian
Sumber mata air, Jangan sampai kita meninggalkan airmata lebih baik kita tinggalkan mata air sebagai sumber kehidupan, “ungkap Sono paisal.

Pesta panen yang berjalan dengan meriah yang juga dihadiri berbagai pengunjung asal luar daerah antara lain, ada dari Kalimantan, Sumatra, Soppen ,Bone dll. dengan berbagai rangkaian acara, yang digelar antara lain:
Mattimpa Bun, Mappadendan, Sepak Bola serta Penyajian aneka makanan lokal dan hasil pertanian warga.

“Pesta panen ini bukan sekadar perayaan, melainkan manifestasi dari semangat kebersamaan dan rasa syukur masyarakat petani di Kelurahan Pammana kec.Pammana serta Kegiatan pestapanen ini diharapkan menjadikan kelender Wisata, “ujar Lurah Pammana Nasrullah Kadir.

“Kami mengundang seluruh elemen masyarakat dan rekan-rekan media untuk hadir dan merasakan langsung kehangatan serta kekayaan budaya lokal kami”. Diharapkan, melalui acara ini, rasa kebersamaan dari semua elemen masyarakat semakin menguat dan warisan budaya lokal dapat terus lestari.

( Takbir )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *