Daerah  

Unsur Pemerintah Terkesan Apatis Lalu Berimbas Ribuan Hektar Sawah Mengalami Kekeringan dan Terancam Gagal Tanam

STRATEGINEWS.id, Nagan Raya –  Tiga Gampong/Desa dalam Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan raya Peovinsi Aceh, diperkirakan akan mengalami gagal tanam karena terjadi kekeringan air di sawah.

Adapun faktor yang membuat air sawah menjadi kering, dikarenakan ada saluran irigasi yang sudah jebol atau rusak, sehingga air irigasi yang seharusnya mengalir ke sawah, sekarang malah terbuang begitu saja ke saluran pembuangan air. Padahal para petani padi dari tiga gampong tersebut, saat ini sangat berharap supaya air irigasi bisa mengalir dengan lancar ke sawah mereka.

Di saat awak media strategiNews menemui Kejrun Blang Ujong Patihah Ibnu Tamim dan Kepala Dusun Alue Garue M. Syarif, menjelaskan bahwa ada saluran irigasi yang kondisi nya sudah jebol dan rusak, titik yang paling parah rusak tepatnya di gampong Cot kuta, disitu ada talang saluran air ganda yang sudah jebol lantai nya, sehingga air irigasi yang seharusnya mengalir ke sawah, sekarang malah terbuang mengalir ke saluran pembuangan air.

Kemudia selain talang air yang sudah jebol dan rusak, juga terdapat saluran irigasi yang sudah tersumbat akibat tumpukan berbagai matrial di beberapa titik, lalu tumpukan matrial tersbut sudah di tumbuhi rumput dan menjadi semak sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar.

Nah untuk mengatasi saluran irigasi yang sudah tersumbat seperti ini, tentunya perlu juga dilakukan normalisasi agar salauran irigasi bisa normal kembali.

Ada tiga Gampong yang sawah nya mengalami kekeringan air dan bakal terjadi gagal tanam antara lain, Blang bintang, Cot kumbang dan Ujong Patihah.

“Kami para petani padi dalam rangka mensukseskan asa cita Bapak residen Prabowo Subianto, tentang program peningkatan swasembada pangan nasionala, maka kami para petani padi sangat mendukung rogram Bapak presiden, oleh karena itu kami sangat berharap kepada semua pihak tetkait, dalam hal ini unsur pemerintah daerah kabupaten Nagan Raya, supaya dapat membantu penanganan yang serius mengenai perbaikan saluran irigasi yang sudah jebol dan rusak. Agar kami para petani dari tiga gampong bisa mendapatkan air yang maksimal untuk di alirkan ke sawah kami,” ujar M. Syarif.

“Kondisi sekarang kami petani padi terpaksa harus membajak ulang sawah kami, karena tekstur tanah sudah keras kembali akibat lama tidak ada air, artinya kami harus mengeluarkan ongkos bajak lagi yang ke dua kali. Oleh karena itu kami selaku petani padi sangat berharap kepada Bapak Bupati Nagan Raya TRK Sayang dan Bapak Ketua DPRK Nagan Raya Bapak Moh. Rizki Ramdhan, untuk dapat segera membantu menangani perbaikan saluran irigasi yang jebol dan rusak supaya kami tidak mengalami gagal tanam. Itu harapan kami selaku petani dari tiga gampong,” harapnya.

(ibs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *