STRATEGINEWS.id, Poso [Sulteng] – Untuk kesekian kalinya masyarakat petani kebun dan petani ternak dibohongi PT. Sawit Jaya Abadi (SJA).
Kebohongan group perusahaan ASTRA Tbk terungkap dalam rapat antara Petani Kebun dan ternak dari 5 Desa yakni Desa Tiu, Taripa, Petiro, Poleganyara dan Desa Matialemba yang berlangsung di Balai Desa Tiu, Sabtu (14/09).
Rapat yang difasilitasi pemerintah Kecamatan Pamona Timur Kabupaten Poso dihadiri Kapolsek, anggota Danramil, Ketua Kelompok Ternak Buyuntoju, Silvanus Ra’a. Ketua Lapos Kecamatan M. Tokede dan sejumlah masyarakat petani kebun dan pemilik ternak.
Masalah yang mencuat dari rapat yakni, terkait ternak yang mati dan kebun yang rusak akibat dimasuki ternak.
Kematian ternak sapi di areal kebun sawit milik PT. SJA maupun di areal kebun masyarakat tidak hanya terjadi sekarang tetapi sudah berlangsung terus menerus yang mengakibatkan kerugian masyarakat petani maupun peternak.
Rapat yang dipimpin perwakilan pemerintah Kecamatan Pamona Timur R. Mustapa berlangsung alot sempat memunculkan kemarahan beberapa peserta rapat akibat rapat dimulai tanpa kehadiran PT. Sawit Jaya Abadi 2.
Salah seorang peserta rapat berinial MP menyampaikan kalau pihak PT. SJA hadir usir saja dan atau pukul saja, kamarahan MP tidak hanya sampai disitu saja, saat perwakilan PT. SJA hadir dan diberi kesempatan bicara MP langsung minta perwakilan SJA berhenti saja bicara tidak ada gunanya, semua bohong kalau hadir tidak bisa ambil keputusan.
Sementara Kapolsek Pamona Timur, Rivan S. Turuka, SH dalam sambutan di forum rapat menyampaikan agar supaya mencari solusi terbaik dari permasalahan yang dihadapi, dan sebagai Kapolsek yang baru saja bertugas di Kecamatan Pamona Timur siap untuk membantu memfasilitasi masyarakat dengan pihak Pt. SJA-2 untuk mendapatkan solusi terbaik.
Demikian juga dengan perwakilan Danramil menyampaikan dukungan seperti yang disampaikan Kapolsek bagaimana mencari solusi dari masalah yang ada.
Sementara Ketua Lapos Kecamatan Pamona Timur M. Tokede menyesalkan kelalaian pihak Pt. SJA yang tidak pernah menepati janji berdasarkan kesepakatan rapat dengan masyarat petani kebun maupun peternak.
Menurut M. Tokede sebelum Pt. SJA-2 membuka perkebunan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Pamona Timur tidak ada ternak mati akibat makan racun atau tidak ada sawah atau kebun yang dirusak ternak sapi.
” Kenapa sekarang ada terjadi sapi mati makan racun, dan atau sapi masuk kebun dan merusak tanaman itu karena areal pengembalaan hampir bisa dikatan sudah tidak ada karena areal pengembalaan sudah dijadikan kebun sawit PT SJA,” jelas M. Tokede.
Kesimpulan rapat antara petani dan PT. SJA yang difasilitasi unsur pemerintah Kecamatan Pamona Timur ada 10 point diantaranya pihak PT. SJA harus membantu menyediakan bahan untuk pagar kandang berupa kawat duri, semua kerugian yang dialami masyarakat petani maupun peternak hatus diganti rugi.
Sementara Ketua Kelompok Tani Ternak Silvanus Ra’a memberikan penegasan apabila pihak PT. SJA tidak memenuhi 10 point yang jadi tuntutan masyarakat maka akan melakukan aksi besar besar dalam bentuk unjuk rasa dilokasi kantor Pt. Sawit Jaya Abadi (SJA-2).
[Damai Tebisi]












