Diduga Pelaku Pembunuh Rafa Fauzan, Diciduk Polisi

Caption Photo : Satreskrim Polres Singkawang, berhasil menangkap diduga pelaku pembunuh Balita Rafa Fauzan. Sabtu malam (14/06/2025)

Strateginews.id, Singkawang Kalbar – AB diduga pelaku hilangnya nyawa Rafa Fauzan, seorang anak usia balita 1 tahun 11 bulan di Singkawang. Berhasil diciduk Satreskrim Polres Singkawang. Sabtu malam (14/06/2025) sekitar jam 22.50 wiba.

Diduga pelaku AB, dan barang bukti bersamanya, diamankan. Sepeda, dua celana panjang, topi, satu baju dan benda tajam berupa arit. AB terduduk lesu saat digelandang ke Mapolres Singkawang. Dirinya terlihat mengenakan pakaian warna putih bermotif dan celana jeans biru laut.

Terduga pelaku AB berhasil diciduk setelah beberapa hari sebelumnya, pihak kepolisian dengan K-9nya, bersama warga masyarakat. Melakukan pencarian dan melacak jejak Rafa Fauzan di sekitaran Gg. Kapas Jl. RA. Kartini Kelurahan Sekip Lama Singkawang Tengah. Dari sejak dilaporkan hilangnya Rafa, hari Selasa 10/06/2025 hingga Kamis 12/06/2025.

Kemudian subuh Jum’at (13/06/2025) sekira jam 04.00 wiba, Rafa Fauzan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jasad korban ditemukan oleh seorang ibu. Tergeletak di tangga depan pintu masuk sisi kanan Masjid Jami Husnul Khatimah Jl. Veteran Kelurahan Roban (sekip baru) Singkawang Tengah.

Parahnya prilaku AB, tertangkap kamera poto netizen. Didapati berada di lokasi Gg. Kapas Sekip Lama. Saat suasana keramaian warga dan pihak berwajib, mencari korban. AB sang terduga pelaku, terlihat santai tanpa beban. Mengesankan diri tidak bersalah, terlihat seperti sedang ikut menyaksikan pencarian korban di lokasi.

Keterangan sementara yang diperoleh, AB merupakan diduga pelaku yang membunuh Rafa Fauzan. Membawa korban dari rumah Riska pengasuh korban atau dari lokasi Gg. Kapas Jl. RA. Kartini, Sekip Lama . Dan kemudian AB merupakan diduga pelaku yang meletakkan jasad korban di depan pintu masuk Masjid Jami’ Husnul Khotimah, Jl. Veteran Roban (Sekip Baru).

Menjalankan aksinya, AB menggunakan kendaraan sepeda. Keranjang sepeda tersebut, digunakan AB, memuat korban. Saat ditanyai Polisi, AB mengaku keranjang sepedanya sudah rusak, sehingga diduga mengakibatkan luka pada bagian kepala korban.

AB mengaku menutup mulut korban dengan tangannya. Sehingga diduga korban kehabisan napas.

“Bukan maksud saya nak mbunuh ndak, ” kata AB saat diintrogasi.
Niat AB, mengaku membawa hidup korban.

Lalu mengapa sampai korban meninggal ?. AB menjawab “yo mungkin terlalu lama’ maaf jaklah, ” katanya mengaku.

Ditanyai lebih lanjut, AB mengaku melakukan aksinya sendirian.

“Endak saye sendiri’ be. Pas spontan depan rumah. Mamak asuhnye kan biasa suruh e mintak tebaskan, bakar sampah, ” katanya.

Kejelasan pengakuan AB ini, berdasarkan video yang beredar. Video disaat Satreskrim Polres Singkawang, menangkap dan membawa diduga pelaku AB di dalam mobil.

(Azn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *