Daerah  

PKMS Resmi Ditetapkan MABM Singkawang

Strateginews.id, Singkawang Kalbar – DPD MABM Kota Singkawang secara resmi menetapkan Pekan Kebudayaan Melayu Singkawang (PKMS), sebagai agenda tahunan puak Melayu.

Penetapan PKMS, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPD MABM Kota Singkawang Nomor : 01/SK/MABM-SKW/I/2025 Tentang PEKAN KEBUDAYAAN MELAYU SINGKAWANG SEBAGAI AGENDA TAHUNAN.

SK itu dibacakan Ketua DPD MABM Kota Singkawang, Asmadi, S.Pd, M.Si pada rapat awal tahun dan persiapan PKMS 2025. Dihadiri Dewan Penasehat, Dewan Pemangku Adat dan Pengurus DPD MABM Kota Singkawang. Berlangsung Selasa malam (07/01/2025) di Rumah Melayu Balai Serumpun Singkawang.

“Jadi dalam rangka melestarikan dan memajukan kebudayaan melayu khususnya di Kota Singkawang. Atas nama puak puak melayu di Kota Singkawang maka kami dari DPD MABM tanggal 7 Januari 2025 ini, menetapkan suatu ivent pelestarian dan pemajuan budaya melayu di Kota Singkawang melalui PKMS yang Inshaa Allah akan kita laksanakan (mulai) pada bulan Muharram tahun 2025 ,” kata Asmadi, memberikan keterangan usai rapat.

Lebih lanjut Asmadi menerangkan, Ivent PKMS merupakan salah satu kontribusi puak melayu Kota Singkawang, dalam hal ini MABM dalam rangka melestarikan dan memajukan budaya yang tentunya bisa memberikan edukasi kepada generasi generasi penerus.

Singkawang sebagai kota tertoleran dan sebagai kota pariwisata , kata Asmadi, semakin banyak ivent ivent budaya yang digelar di Singkawang ini, maka semakin baik dan itulah, lanjutnya, salah satu kontribusi MABM untuk merekat persatuan Singkawang sebagai kota toleransi dan untuk masyarakat dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi.

Semakin banyak ivent yang digelar di Kota Singkawang, tentunya juga, akan semakin banyak orang orang yang berkunjung menyaksikan ivent ivent budaya di Kota Singkawang.

“Kalau rekan kita majelis ada budaya Tionghoa dengan Cap Go Meh (CGM)-nya, sebagai ivent yang sudah mendunia. Begitu juga sahabat kita, tetangga kita dari paguyuban adat dayak, yang setiap tahun diselenggarakan (naik dango) . Oleh sebab itu dimasa pengurusan kami, harus berani menetapkan dan melaksanakan PKMS. paling tidak menjadi sama (setara) dengan bagaimana orang, selama ini mengenal CGM dan Naik Dango. Itu harapan kita seperti itu, ” ungkap Asmadi.

Dalam pelestarian budaya melayu di Singkawang, ungkap Asmadi, selama ini telah diperkenalkan melalui jalur persekolahan. Hal ini agar budaya melayu diperkenalkan sejak dini.

Asmadi yang juga Kepala Dinas Dikbud Kota Singkawang, juga berharap, kepada 17 Paguyuban etnis yang ada di Kota Singkawang, harus tetap eksis untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya budaya mereka ke para siswa.

“Silahkan kerjasama dengan kelompok kerja kepala sekolah, dengan kelompok kerja MGMP, AKG, dan komite untuk memperkenalkan. Inilah salah satu peran tugas paguyuban, ” himbaunya.

Semakin banyak ivent dari sektor pelestarian dan pemajuan adat tradisi budaya di Kota Singkawang sebagai kota pariwisata, maka akan semakin baik.

Bila perlu, kata dia, setiap bulan ada ivent yang digelar di Kota Singkawang. Yang menggelar ivent ivent tersebut, tentunya paguyuban paguyuban, bekerjasama dengan instansi terkait. Dikbud, Pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Pada pekan Kebudayaan melayu Singkawang, Asmadi pula menyampaikan akan mengundang menteri kebudayaan.

Bertepatan dengan sosialisasi dan perhelatan budaya pada bulan Februari 2025 bersamaan dengan ivent CGM, juga akan mengundang kementerian terkait.

“Mudah mudahan bapak menteri kebudayaan ataupun wamenteri kebudayaan bisa hadir di kegiatan pusat CGM di Kota Singkawang yang sudah diatur secara baik oleh panitia CGM, ” ucap Asmadi.

Asmadi optimis dan yakin ivent PKMS 2025 akan berlangsung sukses.

“Saya berkeyakinan, bahwa PKMS akan sukses, ” ujarnya.

Untuk tujuan suksesnya agenda tahunan PKMS yang akan dimulai pada tahun 2025, Asmadi berharap adanya kritik dan saran dari seluruh puak melayu. Karena tentunya dalam pelaksanaan PKMS nantinya, pasti disertai dengan ada kekurangan dan kelemahan.

Asmadi kembali menegaskan, pada pelaksanaan PKMS 2025 selain mengundang kementerian, juga mengundang DPP MABM dan DPD MABM Kab/Kota. Bahkan juga akan mengundang organisasi puak melayu yang selama ini sudah bersilaturahmi dengan DPD MABM Singkawang.

Diantaranya, Lembaga Adat Melayu Serantau (LAMS) Riau. Persatuan Kebangsaan Melayu Serawak (PKMS). Persatuan Warga Islam Saribas (PERWARIS) Malaysia. Dan puak Melayu Miri yang juga sudah berkomunikasi dengan DPD MABM Kota Singkawang.

“Itu rencana kerja kita, di dalam PKMS 2025. Jadi mohon dukungan dari semua pihak untuk mensukseskan ini. Saya bersama Sekretaris DPD MABM Kota Singkawang dan seluruh pengurus, Inshaa Allah akan menyiapkan persiapan secara maksimal ,” tutup Asmadi.

(Ibnu Azan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *