Catatan budaya D. Supriyanto Jagad N
Dalam diskusi hangat menyoal kondisi bangsa saat ini, sahabat saya Valentino bertanya kepada saya, apakah satrio piningit itu sudah muncul dan lekat dengan diri Prabowo Subianto? Mas Valen, demikian saya biasa menyapa, adalah alumni FISIP UGM yang sangat concern dengan persoalan bangsa. Selain sibuk menulis, mas Valen juga aktif di SOKSI sebagai Wakil Ketua Umum.
Pertanyaan mas Valen, menggelitik benak saya. Angan saya pun terbang ke masa lampau.
Salah satu prediksi yang sering terhubung dengan Prabowo adalah ramalan dari Jayabaya, raja Panjalu Kediri yang memerintah antara 1135-1159.
Prabu Jayabaya dikenal sebagai seorang raja yang memiliki kemampuan meramal masa depan, bahkan hingga tujuh presiden Indonesia. Beliau adalah leluhur kita yang waskito, dan ramalannya bisa menjadi bahan renungan bagaimana kita mensikapi persoalan berbangsa dan bernegara dalam perspektif yang luas.
Prediksi Jayabaya ini dikenal dengan sebutan Notonegoro, yang mengacu pada penyelenggaraan negara.
Dalam ramalan Jayabaya, disebutkan bahwa akan muncul seseorang yang disebut Satrio Piningit, seorang pemimpin yang disembunyikan oleh Tuhan, yang akan muncul di akhir zaman untuk menegakkan keadilan dan kemakmuran di Indonesia.
Satrio Piningit ini akan menjadi presiden yang menggantikan Joko Widodo, dan akan membawa Indonesia kembali ke masa kejayaannya, mampu mengatasi konflik, dan mengembalikan produktivitas pertanian.
Pertanyaannya adalah, apakah Prabowo Subianto adalah Satrio Piningit yang dimaksud dalam ramalan Jayabaya dan Gus Dur?
Tentu saja, tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini, karena ramalan adalah hal yang bersifat spekulatif dan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.
Namun, sebagai orang jawa yang dibesarkan dalam kultur masyarakat jawa, ramalan Jayabaya ini bisa dipertimbangkan. Namun, ada beberapa faktor yang bisa dipertimbangkan untuk menjawab pertanyaan ini.
Pertama, Prabowo Subianto memiliki sejarah yang kaya sebagai seorang prajurit dan patriot. Dia pernah menjadi komandan jenderal Kopassus dan panglima Kostrad, serta terlibat dalam berbagai operasi militer di dalam dan luar negeri. Dia juga merupakan menantu dari Soeharto, presiden kedua Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun.
Selain itu, Prabowo memiliki pengalaman dan jaringan yang luas di bidang politik dan militer.
Kedua, Prabowo Subianto saat ini telah mencapai usia lanjut.
Prabowo lahir pada tanggal 17 Oktober 1951, yang berarti pada tahun 2024 dia akan berusia 73 tahun. Ini merupakan usia yang cukup matang untuk menjadi seorang presiden.
Untuk perbandingan, Joko Widodo saat ini berusia 60 tahun, sementara Susilo Bambang Yudhoyono, ketika pensiun dari jabatan presiden, berusia 65 tahun.
Ketiga, Prabowo Subianto memiliki visi untuk menyusun ulang negara Indonesia sesuai dengan semangat proklamasi.
Dengan kecerdasan yang luar biasa, Prabowo sering kali mengemukakan gagasan-gagasan tentang ekonomi kerakyatan, kedaulatan pangan, energi, dan sumber daya alam, serta kesejahteraan rakyat.
Dia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta memperkuat hubungan baik dengan negara-negara tetangga dan komunitas internasional.
Satrio Piningit merupakan figur yang mumpuni dalam menyelesaikan persoalan bangsa dan negara. Kehadirannya selalu ditunggu-tunggu karena masyarakat menganggap sebagai pemimpin yang amat mumpuni, mempunyai kredibilitas-kualitas-integritas, cipta-rasa-karsa, iman-ilmu-amal.
Dalam menjalankan pengabdiannya, Satrio Piningit selalu berprinsip sepi ing pamrih rame ing gawe. Kelak akan terwujud terwujud Negara Indonesia yang adil makmur, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. Nusantara perlu dipimpin oleh tokoh yang tangguh, terampi, cekatan, merakyat serta selalu berpegang teguh pada nilai kebenaran dan keadilan. Sejarah nasional telah mencatat nama harum yang telah mewariskan nilai kepemimpinannya.
Tokoh-tokoh besar di kawasan Nusantara yang sukses sebagai pemimpin perlu dicatat dengan tinta emas. Misalya Raja Airlangga yang telah memerintah di Kraton Kahuripan. Prabu Jayabaya berhasil memakmurkan Kraton Kediri. Prabu Hayam Wuruk membawa kejayaan Majapahit. Patih Gajah Mada yang menjabat sebagai perdana menteri, berhasil mempersatukan Nusantara di bawah panji-panji Kerajaan Majapahit. Mereka bisa dikatakan sebagai Satrio Piningit yang telah mengabdikan dirinya kepada nusa dan bangsa.
Namun, apakah benar Prabowo Subianto, politisi dan mantan jenderal TNI, adalah Satrio Piningit yang diramalkan oleh Jayabaya dan Gus Dur?
Berikut ini fakta-faktanya:
Ramalan Jayabaya tentang Satrio Piningit tidak menyebutkan nama atau ciri-ciri spesifik sosok tersebut.
Ramalan Jayabaya hanya menggambarkan kondisi sosial, politik, ekonomi, dan alam yang akan terjadi sebelum dan sesudah kemunculan Satrio Piningit.
Beberapa ramalan Jayabaya yang terkenal adalah tentang kedatangan penjajah kulit putih dan kuning, perang saudara antara Jawa Timur dan Jawa Barat, bencana alam seperti gunung meletus dan banjir besar, serta zaman edan atau zaman kekacauan.
Ramalan Gus Dur tentang Satrio Piningit juga tidak menyebutkan nama atau ciri-ciri spesifik sosok tersebut.
Ramalan Gus Dur hanya menyatakan bahwa Satrio Piningit akan muncul pada tahun 2024 sebagai pemimpin Indonesia yang akan membawa perubahan besar.
Gus Dur juga mengatakan bahwa Satrio Piningit adalah seorang muslim yang taat, berjiwa nasionalis, berwawasan global, dan berani mengambil keputusan.
Gus Dur mengatakan bahwa Prabowo adalah seorang prajurit yang tidak akan pernah menyerah untuk berjuang demi cita-citanya.
Gus Dur juga mengatakan bahwa Prabowo adalah seorang patriot yang mencintai bangsa dan negaranya.
Gus Dur menilai bahwa Prabowo memiliki potensi untuk menjadi pemimpin yang baik, asalkan ia mau belajar dari kesalahannya di masa lalu.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Prabowo Subianto memiliki beberapa kesamaan dengan Satrio Piningit yang diramalkan oleh Jayabaya dan Gus Dur, namun juga memiliki beberapa perbedaan dan tantangan yang harus ia hadapi.
Apakah Prabowo Subianto adalah Satrio Piningit yang akan menata negara seperti ramalan Jayabaya? Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.
Yang pasti, Prabowo Subianto harus terus berjuang dan belajar untuk menjadi pemimpin yang lebih baik bagi bangsa dan negara Indonesia.
*) Pekerja Media, Pemerhati Budaya












