Strateginews.Id, Donggala – Wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sebagian besar merupakan kawasan pesisir pantai yang kaya akan potensi sumber daya lautnya. Dan saat ini sedang memfokuskan pengembangan produksi budidaya garam rakyat.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assagaf, di kegiatan pelatihan teknis teknologi budidaya pengembangan usaha garam rakyat (Pugar), yang digelar di Desa Towale, Dusun III Simbe, pada hari Kamis (26/10/23) lalu.
Ali mengatakan, Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Perikanan, saat ini telah mengidentifikasi potensi besar di wilayah pesisir dengan 14 dari 16 kecamatan yang dapat menjadi basis ekspansi produksi garam rakyat.
“Gagasan dan program ini, di inisiasi oleh Wakil Bupati Donggala. Dan pada tahun 2023 ini telah menjadi prioritas program Pembangunan budidyaya garam, dengan menggunakan system tradisional yaitu menggunakan terpal dan konstruksi biasa,” Kata Ali.
Selanjutnya, Ali menjelaskan bahwa melalui program pelatihan dan perencanaan pembangunan budidaya garam rakyat ini, masyarakat lokal di Desa Towale dan sekitarnya lebih kepada upaya bertujuan pelibatan untuk pemberdayaan kepada masyarakat nelayan setempat dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan ekonominya.
“Jadi tujuan program budidaya garam ini diharapkan dapat memberikan sumber pendapatan tambahan bagi nelayan dan masyarakat setempat di Desa Towale, selain menangkap ikan di laut, nelayan juga menjadi pembudidaya garam,” Bilang Ali.
Ali menuturkan bahwa pendekatan ini memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman komunitas lokal yang telah lama berkecimpung dalam usaha garam, tanpa perlu melibatkan tenaga ahli dari luar daerah. Dan Pemkab Donggala akan membantu nelayan budidaya garam pada pembangunan konstruksi awalnya.
“Jadi program ini sebagai langkah awal kita gagas agar masyarakat nelayan yang memiliki lahan yang tidak di garap bisa di gunakan sebagai tempat industri budidaya garam. Karena berdasarkan data dan syarat-syarat tehnis memungkinkan pesisir Pantai di Donggala lebih bagus untuk di bangun tambak garam,” Papar Ali.
Ali menjelaskan, kondisi air laut di pesisir Donggala kwalitasnya bagus, begitu pula dengan kondisi cuaca dan suhu udara maupun angin juga sangat cocok untuk membangun tambak garam. Makanya Wabup menggagas program tambak garam ini melalui padat karya produktif dengan metode pengembangan budidaya partisipatif.
Pemerintah Daerah berharap, ke depan Donggala akan menjadi salah satu penyangga utama dalam produksi garam, dan di Desa Towale ini merupakan sebagai langkah awal dalam budidaya garam di Donggala. Jadi sebagai Langkah awal perlu sosialisasi dengan melalui pelatihan kepada Masyarakat setempat.
Tim Liputan Strateginews.Id












