STRATEGINEWS.id, BOGOR ‐‐‐ Dalam kontestasi politik pada dasarnya setiap warga negara memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk memilih dan dipilih. Tidak ada perbedaan kesempatan hanya karena alasan gender.
“Tinggal masing-masing individu apakah memiliki minat atau keinginan untuk menjadi kandidat atau tidak, “ungkap Pakar Politik Dede Farhan Aulawi dalam keterangan nya kepada wartawan di Bandung, Minggu (22/10/2023) pagi
Hal tersebut ia sampaikan setelah dirinya menjadi narasumber dalam kegiatan ‘Pendidikan Politik Bagi Perempuan’ .Dengan tema ‘Peran Perempuan Dalam Menyongsong Sukses Pemilu Damai 2024’ .Hadir dalam kesempatan tersebut, para anggota legislatif yang saat ini duduk di DPRD kota Bandung, dan juga para caleg perempuan dari semua partai yang ada di kota Bandung.
Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Kesbangpol Kota Bandung bekerjasama dengan Kaukus Perempuan Politik Indonesia atau KP2I. Kegiatan ini dibuka oleh PJ Walikota Bandung, dan juga di hadiri oleh Ketua DPRD, ketua KPU kota Bandung, Kepala Kesbangpol, dan sekitar 250 anggota caleg perempuan kota Bandung dari semua partai.
Maka pada kesempatan ini di uraikan pula peran strategis perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan politik yang edukatif, antisipatif, kontributif, inovatif dan kreatif. Pandangan dan visi pergerakan politik perempuan bisa berperan dalam membangun cara pandang dan perilaku politik yang bertanggung jawab dan penuh keteladanan.
Meski penataan relasi sosial yang mencerahkan dan mendewasakan bisa mencegah serta meluruskan bila terjadi disinformasi dan misinformasi, sehingga terbangun nuansa politik yang penuh persahabatan dan persaudaraan. Perbedaan pandangan politik hakikatnya sesuatu yang wajar dari sebuah kontestasi yang konstitusional,
Tetapi tetap mencermati keadaan lingkungan dari kemungkinan munculnya potensi kerawanan maupun potensi konflik. Melalui koordinasi dan silaturahmi yang terbangun dalam kegiatan seperti ini, maka cegah dini dan diteksi dini bisa berjalan lebih efektif.
Mulai dari lingkungan rumah, kantor dan lingkungan yang lebih luas, perempuan bisa bersuara dan turut menentukan rel perjalanan sejarah bangsa dengan lebih nyata.
“Melihat semangat dan antusias semua peserta, maka bisa disimpulkan bahwa Perempuan Indonesia, Siap Berbakti Untuk Negeri, “pungkas Dede.
[wm]












