STRATEGINEWS.Id, Jakarta – Dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. Ungkapan tersebut, layak tersemat dalam koalisi Gerindra dan PKB.
Belakangan tersiar kabar, bahwa PKB bakal hengkang dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya [KKIR] yang kemudian berubah menjadi Koalisi Indonesia Maju.
Menanggapi dinamika politik tersebut, Pengamat Politik Jerry Massie menduga Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya yang dijajaki oleh Partai Gerindra dan PKB bakal segera bubar.
Jerry menilai koalisi itu tak akan berjalan bersama di Pilpres 2024 karena tak pernah berkomunikasi yang baik satu sama lain.
“Saya lihat komunikasi elite-elite Partai Gerindra dan PKB itu stagnan,” tutur Jerry dikutip dari GenPi.co, Sabtu (31/12/2022).
Menurut Jerry, kedua parpol tersebut bakal bersiap diri untuk memutuskan jalan pilitiknya masing-masing.
“Ada kemungkinan keduanya pecah kongsi. Mereka juga tak kunjung mendeklarasikan calon presiden yang akan diusung,” ungkapnya.
Pengamat politik jebolan Amerika Serikat ini menilai kedua parpol tersebut hanya bisa bertahan sebentar dan juga hanya memakai ajang deklarasi untuk mengetes pasar.
“Saya lihat mereka hanya panas di awal. Sejauh ini komunikasi mereka belum menunjukkan tanda-tanda yang serius akan berakhir di pelaminan,” tuturnya.
Ia mengatakan, kedua parpol itu juga sulit melakukan kawin politik. Dengan itu, ia menuding PKB bakal bergabung dengan Koalisi Perubahan.
Diketahui, Koalisi Perubahan dibangun oleh 3 parpol, yaitu Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS.
“Sebaliknya, Partai Gerindra kemungkinan bergabung dengan PDIP untuk mendorong Puan Maharani dan Prabowo Subianto sebagai pasangan capres cawapres,” tutur Jerry.
PAN Tak Khawatir PKB Hegkang dari Koalisi
Melihat dinamika politik jelang pilpres yang kian menghangat ini, Partai Amanat Nasional [PAN] menegaskan tidak akan khawatir jika Partai Kebangkita Bangsa [PKB] hengkang dari Koalisi Indonesia Maju, yang mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden 2024 mendatang.
Penegasan tersebut disampaika Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasioal [PAN] Eddy Soeparno terkait perubahan nama koalisi parpol pengusung Prabowo Subianto. Awalnya, Gerindra dan PKB sepakat membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), lalu berubah menjadi Koalisi Indonesia Maju setelah PAN dan Partai Golkar bergabung.
“Kami tidak khawatir (PKB hengkang dari koalisi) karena sudah kenal lama dan melakukan kerja sama politik sangat dekat,” kata Eddy dalam perayaan HUT ke-25 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Selasa malam.
Eddy meyakini parpol pengusung Prabowo sangat solid dalam menjalin kerja sama politik, bahkan berlanjut di parlemen setelah Pemilu 2024.
Menurut Eddy, parpol koalisi memiliki semangat kebersamaan, yaitu sejak awal mengikat kerja sama politik untuk mencapai target kemenangan pada Pilpres 2024.
“Melalui kerja sama politik tersebut, kami bekerja untuk mencapai target, yaitu memenangkan Prabowo menjadi presiden,” ujarnya.
[nug/red]












