Catatan Politik Dr. Suriyanto PD, SH, MH, M.Kn *)
Ucapan Pengamat Politik Rocky Gerung di acara Konsolidasi Akbar Aliansi Aksi Sejuta Buruh di Bekasi pada Sabtu, 29 Juli 2023 di Islamic Center Kota Bekasi, Jawa Barat, memicu polemik dan kegaduhan.
Pada acara tersebut Rocky menyebut “Kalau nggak jadi Presiden nanti dia akan jadi rakyat biasa, tapi ambisi Jokowi akan mempertahankan legasinya. Dia pergi ke China untuk tawarkan IKN. Dia mondar mandir dari satu koalisi ke koalisi lain untuk mencari kejelasan dirinya,”
“Dia cuma pikirkan nasibnya sendiri, gak memikirkan nasib kita (masyarakat indonesia dan buruh). Itu bajingan yang tol*l. Kalau dia bajingan pintar, dia bakal berdebat dengan Jumhur Hidayat,” sambungnya.
Jika kita cermati, pernyataan Rocky Gerung tersebut sangat tidak tepat, dan menciderai esensi demokrasi. Sebagai tokoh publik dan akademisi, harusnya Rocky memberi edukasi politik melalui komunikasi politik yang baik, sejuk dan santun. Ucapan Rocky Gerung bisa mempengaruhi atmosfir kehidupan politik di tanah air.
Pernyataan yang menurut saya kurang pantas, apalagi ditujukan kepada Presiden selaku kepala negara. Dinamika dan implikasi etika komunikasi tersebut semakin tampak kurang terarah. Walaupun niat, tujuan dan hasilnya baik, jika caranya tidak baik, maka tetap bernilai tidak baik.
Saya menyayangkan dan mengecam cara Rocky Gerung dalam dalam menyampaikan pendapat yang mengesampingkan nilai-nilai luhur budaya kita yang penuh dengan toleransi dan kesantunan. Penyampaian Rocky merefleksikan ketidakmengertiannya akan tiga kaidah penting yang mesti dipatuhi dalam retorika, sebagaimana diuraikan oleh filsuf Yunani Aristoteles: ethos, pathos, dan logos.
Diksi bajingan, tolol yang disampaikan dari seseorang yang ditujukan kepada orang lain apapun status sosialnya, menunjukkan orang yang menyampaikan diksi tersebut sama sekali tidak mengindahkan aksiologi komunikasi.
Karena itu, tidak berlebihan diksi tersebut lebih dimaknai sebagai pesan komunikasi yang sangat jauh dari keberadaban komunikasi dan sehat akal.
Sebagai anak bangsa, yang mencintai negeri ini, saya mengimbau Rocky Gerung untuk belajar etika dan ilmu retorika agar mengerti cara berdebat dengan benar dan dengan jiwa yang bersih agar menyejukkan kehidupan politik dan demokrasi di Indonesia ini. Demokrasi akan kehilangan kesejukannya jika dunia politik diisi oleh sumpah serapah, kritik yang jauh dari nilai-nilai kesantunan.
Mengutip Deddy Mulyana dalam bukunya Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar (2019), dampak komunikasi itu bersifat irreversible. Artinya, dampak komunikasi itu tidak dapat atau sulit ditarik kembali.
Semoga ke depan, tokoh politik bisa lebih arif lagi dalam berkomunikasi, sehingga bisa memberi ruang edukasi yang sejuk dalam perpolitikan di tanah air.
Semoga
*) Ketua Umum Pro GP








