Catatan KRMT Roy Suryo
Aparat dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo, Jawa Timur, menetapkan manajer wedding organizer sebagai tersangka dalam kasus kebakaran lahan di bukit Teletubbies, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Penetapan tersangka dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap enam orang yang ditangkap usai kejadian.
“Satu orang ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti yang cukup. Statusnya dinaikkan dari saksi menjadi tersangka,” kata Kapolres Probolinggo Wisnu Wardana dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres setempat, Kamis (7/9) petang.
Insiden kebakaran lahan di bukit Teletubbies, tersebut menuai kecaman berbagai pihak, karena dinilai ceroboh.
Selaku Fotografer Senior Anggota HISFA, Mantan Dosen Fotografi di UGM & ISI Jogja, saya sangat mengecam tindakan konyol (baca: Gegabah) yang dilakukan oleh WO / Wedding Organizer bersama Fotografer dan pasangan calon penganten yang telah mengakibatkan kebakaran di Bukit Teletubbies Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kemarin.

Kalau “hanya” ingin berfoto dengan background asap & api (seperti Contoh), sebenarnya mereka cukup foto-foto atau pose-pose saja di lokasi dan selanjutnya diedit melalui komputer, misalnya menggunakan program Adobe Photoshop.
Bahkan, kalau mau lebih praktis (dan murah) lagi, mereka cukup foto-foto di Studio dengan latar belakang polos yang nantinya “diganti” dengan foto nyala flare yang bisa didapatkan dari hasil foto di tempat aman atau menggunakan library yang banyak tersedia.
Jadi inilah ‘”Kekonyolan” yang sangat berharga mahal, disamping hasilnya tidak sesuai harapan, hutan di TNBTS menjadi korbannya, sekaligus masyarakat yang kini untuk waktu yang belum bisa ditentukan tidak bisa ke lokasi tersebut. Sebuah pelajaran berarti dari ketidaktahuan teknologi atau memang mau mencari sensasi yang sangat tidak perlu di era kemajuan Fotografi saat ini.
Saat ulasan ini ditayangkan, sudah ada 1 TSK yang ditetapkan oleh Polres Probolinggo yakni AW (41) selaku Manajer WO yng melaksanakan pemotretan PreWed tersebut. Namun rasanya konsep tsb tidaklah mungkin hanya dilakukan oleh 1 orang saja, karena pasti selain Konseptor ada Eksekutor (termasuk Pembeli Flare, Fotografer) dan bahkan kedua Pasangan Calon Penganten dari Surabaya tersebut menyetujui Konsep (Konyol) tersebut.
KRMT Roy Suryo, Kamis 07/09/23










