STRATEGINEWS.Id, Jakarta – Uji materi Undang-Undang Pemilu terkait batas umur presiden calon presiden dan calon wakil presiden dari minimal 40 tahun dan maksimal 60 tahun masih bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK).
Dalam merumuskan batasan usia, MK tidak boleh sewenang-wenang. Mereka seharusnya melakukan pembahasan secara terbuka, transparan, akuntabel, dan dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara bermakna, dengan melibatkan berbagai ahli yang berkompeten.
Psikolog Lucy berpendapat, dalam banyak kasus, usia dapat berperan penting dalam pengembangan pengalaman kepemimpinan. Semakin seseorang bertambah usia, semakin banyak kesempatan yang mereka miliki untuk melibatkan diri dalam situasi kepemimpinan dan mengembangkan keterampilan serta wawasan yang relevan. Oleh karena itu, seringkali kita melihat hubungan positif antara usia yang lebih tua dan kepemimpinan yang mapan.
“ Kematangan dan stabilitas emosional: Dalam beberapa kasus, usia juga dapat berperan dalam pengembangan kematangan dan stabilitas emosional yang diperlukan untuk menjadi seorang pemimpin efektif. Melalui pengalaman hidup dan tumbuh dewasa, seseorang mungkin memperoleh kebijaksanaan, kecerdasan emosional, dan kendali diri yang lebih tinggi, yang semuanya penting dalam memimpin dengan sukses,” kata Lucy.
Lucy mengatakan, dalam banyak konteks kepemimpinan, pengetahuan dan keahlian yang berkaitan dengan bidang tertentu dapat sangat penting. Usia yang lebih tua sering berarti bahwa seseorang telah memiliki waktu lebih lama untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan keahlian dalam suatu bidang tertentu. Ini dapat memberikan keunggulan kompetitif dalam peran kepemimpinan
Menurut Lucy, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas seorang pemimpin diantaranya kemampuan untuk berkomunikasi dengan jelas dan mendengarkan dengan baik adalah hal penting dalam kepemimpinan.
“ Seorang pemimpin yang memberikan contoh positif dan mempraktikkan nilai-nilai yang diinginkan akan mempengaruhi kualitas tim atau organisasinya,” tuturnya.
Selain itu, kata Lucy, seorang pemimpin yang memiliki visi yang kuat dan mampu menginspirasi orang lain untuk bekerja menuju tujuan bersama.
Seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan mengambil keputusan
“ Kemampuan untuk memutuskan dengan cepat dan tepat dalam situasi yang kompleks adalah kunci dalam kepemimpinan,” terangnya.
Selain faktor tersebut di atas, pemimpin harus terbuka terhadap umpan balik. Artinya, pemimpin yang menerima umpan balik dan bersedia untuk terus belajar dan berkembang akan lebih efektif dalam mengarahkan timnya.
Faktor lain yang harus dimiliki seorang pemimpin menurut Lucy adalah:
Empati: Kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain membantu dalam membangun hubungan yang baik dan memotivasi tim.
Keterampilan Manajemen Konflik: Kemampuan untuk mengelola konflik dengan bijak tanpa merusak hubungan tim.
Ketekunan dan Ketekunan: Kepemimpinan memerlukan ketekunan dalam menghadapi tantangan dan mengatasi hambatan.
Kreativitas: Pemimpin yang dapat berpikir kreatif dalam mengatasi masalah dan mencari solusi baru dapat memberikan arah yang inovatif.
Keteladanan Etis: Kepemimpinan yang didasarkan pada nilai-nilai etika dan integritas akan membantu membangun kepercayaan.
Kemampuan Delegasi: Pemimpin yang dapat mendistribusikan tanggung jawab dengan bijak memungkinkan pengembangan anggota tim.
Kemampuan Menginspirasi: Kemampuan untuk menginspirasi orang lain untuk memberikan yang terbaik dan meraih potensi penuh mereka.
Pengelolaan Waktu: Kemampuan untuk mengatur waktu dengan baik memungkinkan pemimpin untuk fokus pada tugas-tugas yang penting.
Kemampuan Belajar: Kepemimpinan melibatkan perkembangan terus-menerus, jadi kemampuan untuk terus belajar dari pengalaman sangat penting.
Ketegasan: Pemimpin perlu mampu mengambil sikap yang tegas saat diperlukan untuk mencapai tujuan.
Hal yang berpengaruh terhadap pembentukan kualitas diatas adalah :
- Didikan dari keluarga..
- Asuhan dari organisasi atau perusahaan
- Karakteristik kepribadian yang berpengaruh pada harapan, tujuan dan cita2 yang dia terapkan buat dirinya sendiri
- Perubahan iklim yang selama ini dialami
- Pengaruh lain seperti dari budaya, lingkungan yang akan membentuk pola Pikir
Sementara itu, pakar hukum Dr. Suriyanto PD, SH, MH, M.Kn mengatakan bahwa batas usia kepemimpinan di Indonesia sangat relevan dengan aturan pada UU Pemilu.

“ Batas usia kepemimpinan di Indonesia sangat relevan dengan aturan pada UU pemilu yang membatasi seseorang maju di pilpres dengan usia 40 tahun dan berkaitan dengan gugatan para pengacara di MK untuk batas maksimal usia 70 tahun maju di pilpres hal itu sudah sangat benar mengingat dari kesehatan serta kekuatan seorang calon pemimpin untuk memimpin Bangsa yang besar seperti Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Suriyanto
“ MK harus peka dalam memberi keputusan sebagai lembaga yang mewakili Negara untuk kemajuan dan kebaikan Bangsa Indonesia ke depan, dan pembahsannya harus transparan dan terbuka,” pungkasnya.
[nug/red]












