STRATEGINEWS.ID, SUMENEP – Langkah Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Sumenep menuju transformasi menjadi institut kian nyata. Setelah membenahi tata kelola dan penguatan akademik, kini kampus tersebut memperluas jejaring internasional dengan menggandeng tiga lembaga strategis asal Belanda. Kolaborasi lintas negara itu diproyeksikan menjadi akselerator peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat global.
Kerja sama internasional tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang difasilitasi Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur di Universitas Islam Malang (UNISMA), Jumat (10/7). Agenda itu dihadiri jajaran pimpinan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama bersama mitra internasional dari Belanda.
Tiga institusi yang resmi menjadi mitra STAIM Sumenep masing-masing adalah Sustainable Business Development and Innovation Center Foundation Netherlands, Tauros Media Nederland B.V., dan Wise Use International B.V.. Ketiganya dikenal memiliki pengalaman dalam pengembangan bisnis berkelanjutan, inovasi, hingga penguatan kewirausahaan berbasis kolaborasi global.
Kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Sejumlah program strategis telah disiapkan, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis entrepreneurship, riset dan inovasi produk halal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, hingga pendampingan pembentukan pusat inkubator bisnis di lingkungan kampus. Seluruh program itu diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 sekaligus membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat di perguruan tinggi.
Ketua STAIM Sumenep menegaskan, kolaborasi internasional tersebut merupakan bagian dari strategi besar kampus dalam meningkatkan kualitas kelembagaan sekaligus mempercepat proses transformasi menuju institut.
“Kerja sama ini merupakan ikhtiar nyata STAIM Sumenep dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan mutu institusi dan melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, keislaman, dan profesionalisme, tetapi juga memiliki jiwa entrepreneur, inovatif, mandiri, mampu menciptakan lapangan pekerjaan, serta menjadi penggerak ekonomi umat,” ujarnya.
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan pencari kerja (job seeker), tetapi juga pencipta lapangan kerja (job creator). Karena itu, penguatan budaya inovasi dan kewirausahaan menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan STAIM Sumenep ke depan.
Sementara itu, Ketua LPTNU Jawa Timur mengapresiasi komitmen perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang terus memperluas jejaring internasional. Menurutnya, kolaborasi lintas negara menjadi kebutuhan strategis di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang semakin terbuka.
Ia menilai, kemitraan global tidak hanya memperluas akses terhadap inovasi dan teknologi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa STAIM Sumenep terus bergerak menuju perguruan tinggi yang berorientasi global tanpa meninggalkan jati diri keislaman dan nilai-nilai ke-NU-an. Seiring proses alih bentuk menjadi institut, kampus itu menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, melahirkan lulusan berkarakter, kompeten, adaptif terhadap perubahan, dan mampu bersaing di tingkat internasional dengan semangat kewirausahaan sebagai salah satu fondasi utamanya. (bus)












