DLHK dan ESDM Sumut diminta tertibkan dugaan perusakan lingkungan di Parbuluan Dairi

Foto: Aktivitas perusakan lingkungan di Parbuluan Dairi.

STRATEGINEWS.id, Medan — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) diminta turun langsung meninjau dan menertibkan aktivitas dugaan perusakan lingkungan di Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi.

Permintaan itu disampaikan Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi, Bahrim Tarigan, saat dikonfirmasi pers via telepon, Senin (29/6/2026).

“Terkait dengan aktivitas dugaan perusakan lingkungan di dinding Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Parbuluan, kami sudah menyurati DLHK dan ESDM Sumut agar turun meninjau lokasi tersebut karena hal itu merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumut. Koordinasi secara lisan juga sudah kami sampaikan,” kata Bahrim, seraya membenarkan Pemkab Dairi hanya memiliki kapasitas pengawasan.

Bahrim mengatakan, aktivitas dugaan perusakan lingkungan di Pucuk Hite, Parbuluan, Dairi, telah berulang kali dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Sumut. Bahkan, lokasi tersebut sudah beberapa kali ditinjau. Akibat kerusakan lingkungan itu, keselamatan masyarakat terancam dan berpotensi menimbulkan bencana.

Ia menjelaskan, meskipun lokasi tersebut merupakan milik masyarakat, teknik pengelolaannya tetap harus melalui kajian yang dituangkan dalam izin lingkungan dan izin pertambangan agar tidak memicu bencana. Ironisnya, potensi bencana semakin besar akibat aktivitas masyarakat yang diduga melakukan perusakan dengan menyemprotkan air ke area penambangan dan menggunakan alat berat eskavator untuk menambang pasir gunung.

Bahrim mengakui, sebelumnya pihaknya juga telah menyampaikan berbagai saran kepada pengelola agar aktivitas tersebut dihentikan.

“Namun, Pemkab hanya memiliki kapasitas sebatas pengawasan. Penindakannya ada di provinsi,” ujar Bahrim.

Menurut Bahrim, aktivitas dugaan perusakan lingkungan di Parbuluan juga mengancam amblasnya Jalinsum Sidikalang–Dolok Sanggul dan berpotensi menyebabkan robohnya menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di sekitar lokasi, seperti dikutip dari mistar.id, Selasa (30/6/2026) sore.

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *