LARANTUKA, STRATEGINES.ID – Penerimaan siswa – siswi baru tahun ajaran 2026 di Kabupaten Flores timur, Provinsi NTT kembali menuai soal usai beredarnya komplain warga atas proses penerimaan siswa – siswi baru yang di berlakukan lembaga pendidikan Sekolah Dasar Inpres (SDI) Super Semar.
Sekolah Dasar Inpres (SDI ) Super Semar yang berlokasi di Kelurahan Sarotari timur, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flotim , dalam catatan media di berondong sejumlah tudingan miring.
Sejumlah pernyataan pro – kontra mewarnai komentar dalam publikasi media oleh beberapa akun Facebook ini, akhirnya menuai respon kepala Sekolah Dasar Inpres (SDI) Super Semar.
Kepala SDI Super Semar, Gregorius Yosep Kupo Kromen yang di temui media ini di SDI Super Semar, Kelurahan Sarotari timur (Selasa, 23/6%2026) menjelaskan mekanisme penerimaan siswa – siswi baru yang di berlakukan lembaganya.
” Proses pendaftaran calon siswa – siswi baru di SDI Super Semar pada dasarnya sudah selesai di lakukan ” ujar Gregorius Yosep Kupo Kromen.
Penerimaan siswa – siswi baru ini lanjut Gregorius Yosep Kromen, mengacu kepada ketentuan kuota serta panduan syarat teknis lainnya yang harus di patuhi lembaga pendidikan SDI Super Semar.
Pemberlakukan kuota jelas Yosep Kromen, 56 siswa – siswi baru di akomodir untuk mengisi dua ruangan kelas di lembaga ini dengan kapasitas tampung 28 siswa – siswi per-ruang kelas.
Kriteria penerimaan siswa – siswi baru sebut Yosep Kromen, melingkupi kriteria jalur domisili diberlakukan 80 persen, untuk kriteria afirmasi 15 persen dan kriteria mutasi 5 persen.
” Kuota pendaftaran ini sudah mencakup 56 siswa – siswi baru yang akan mengikuti tahapan verifikasi dokumen administrasi oleh panitia ” sebut Yosep Kromen.
Penentuan siswa – siswi yang di terima menjadi peserta didik di SDI Super Semar kata Yosep Kromen, sangat bergantung hasil verifikasi administrasi sesuai pemenuhan ketentuan dalam syaratnya.
” Berarti finalisasi penerimaan siswa -siswi baru sangat tergantung hasil verifikasi administrasi” tandas Yosep Kromen.
Terkait pengeluhan dan pengaduan warga ke dinas PKO dan publikasi di media sosial terkait penerimaan siswa – siswi baru di SDI Super Semar, Geegorius Yosep Kromen menanggapi dengan santai.
” Kritikan itu penting untuk perubahan. Sebenarnya tidak ada soal yang perlu di perdebatkan, karena masih ada proses verifikasi administrasi terhadap siswa – siswi yang mendaftar” tegasnya.
Soal kuata 80 persen domisili dan 15 persen afirmasi serta 5 persen dalam total 56 siswa – siswi baru di SDI Super Semar jalas Yosep Kromen, sesungguhnya masih ada ruang bagi siswa – siswi untuk diterima menjadi peserta didik setelah panatia penerimaan siswa baru usai melakukan proses verifikasi administrasi.
” Catatan pentingnya, proses penerimaan siswa – siswi baru saat ini masih dalam tahapan pendaftaran dan masih ada tahapan verifikasi administrasi bagi peserta yang mendaftar, berarti masih ada ruang untuk panitia meninjau kembali dan menerima peserta yang baru. Hanya kita terlanjur berpolemik ” tutup Gregorius Yosep Kromen. (MB)












