Masyarakat Adat Kecamatan Menyuke Gelar Ritual Adat Balala, Pantang Nagari

Oplus_131072

STRATEGINEWS. Id. Landak Kalbar- Masyarakat adat di Kecamatan Menyuke menggelar ritual adat Balala atau pantang Nagari. Ritual penutupan saka dimulai Jumat, 5 Juni 2026 pukul 06.00 WIB.

Ritual Ngalumpatan adat dilakukan di kediaman Wakil Ketua DAD Menyuke, Silvanus Itus dihadiri PLT ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Menyuke, Ijam, Kapolsek Menyuke IPTU I Nyoman Astika bersama anggota Polsek Menyuke, Aipda Sugiarto, Kepala Desa Darit, Ardiono dan masyarakat adat setempat.

Balala merupakan tradisi adat Dayak Kanayatn yang dilakukan setahun sekali sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan leluhur.

Wakil ketua DAD Kecamatan Menyuke, Silvanus itus menyampaikan selama masa pantang, warga diimbau untuk tidak menebang pohon, tidak membunuh hewan, tidak bepergian jauh, tidak berbicara keras/bertengkar, membunyikan musik dan tidak menerima tamu dari luar.

” Bagi setiap orang atau kelompok yang melanggar adat buka tutup balala’ pantang nagari akan diberlakukan sanksi adat sesuai jenis pelanggaran yang dilakukan,” ujar Silvanus Itus.

Itus menegaskan, pengecualian, penerapan balala’ pantang Nagari kepada warga yang mengalami sakit, kemalangan, meninggal dunia, melahirkan, warga masyarakat yang terdampak bencana seperti, bencana banjir, tanah longsor, dan musibah kebakaran hal-hal yang bersifat mendadak diarahkannya segera melaporkan kepada pengurus adat, lingkungan atau Kampong setempat.

Pengecualian juga di berikan kepada pihak PLN, TNI/Polri, Satpol PP, tenaga Kesehatan, pemadam kebakaran, BPBD, PDAM, dan scurity/Satpam pada saat melaksanakan tugas piket.

Usai ritual adat Ngalumpatan dari Kediaman wakil ketua DAD Menyuke. Peraga adat selanjutnya berangkat menuju Pantulak Barayunt Parahu.

Di lokasi tersebut dilakukan upacara penghanyutan perahu sebagai simbol menghanyutkan segala penyakit dan hama padi agar kampung selamat dari maha bahaya dan hasil panen tahun berikutnya baik.

Saka akan dibuka kembali Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 18.00 WIB, menandai berakhirnya masa pantang dan masuknya tahun adat baru. Tradisi ini bertujuan menjaga keseimbangan, keselamatan, dan ketenteraman seluruh warga masyarakat di Menyuke.

Sebagian kampung di wilayah Menyuke juga melaksanakan nutup saka di batas-batas desa masing-masing. Penutupan saka menandai dimulainya masa pantang bagi warga setempat.

Ritual ini menjadi pengingat bagi masyarakat Dayak Kanayant untuk menjaga alam, menghargai tradisi, serta memohon keselamatan bersama ke Jubata/ Tuhan.

(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *