Budaya  

Ketua DAD Melawi Undang Panglima Tertinggi dan Presiden MMBB, Tekankan Persatuan Dayak Jelang Gawai ke XVIII

Oplus_131072

STRATEGINEWS. Id. Melawi Kalbar- Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Melawi, Drs. Kluisen, mengundang Panglima Tertinggi Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) Marselinus Mian, SE., MM, dan Presiden MMBB Diseniman Sanggup beserta jajaran anggota MMBB ke kediamannya di Jalan Pinoh Kota Baru KM 2, Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi Kalimantan Barat Kamis (28/5/2026).

Silaturahmi ini digelar dalam rangka menyambut pembukaan Gawai Dayak ke XVIII Kabupaten Melawi yang akan segera dilaksanakan.

Dalam sambutannya, Drs. Kluisen menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pimpinan dan anggota MMBB. “Terima kasih atas kehadiran dan silaturahmi Panglima Tertinggi dan Presiden MMBB bersama anggota yang dapat hadir dalam undangan kami. Semoga kita tetap bersatu dan kompak berjuang buat Dayak, buat Indonesia,” ujar Kluisen.

Ia menegaskan bahwa momentum menjelang Gawai Dayak harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan seluruh elemen masyarakat Dayak di Melawi, tanpa memandang latar belakang organisasi.

Menanggapi hal tersebut, Panglima Tertinggi MMBB, Marselinus Mian, mengutip falsafah adat Dayak sebagai landasan persatuan.
“Adil Ka’ Talino, Bancuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata. Salam Budaya, salam Mangkok Merah. Bersatu… bersatu… bersatu,” tegas Marselinus di hadapan yang hadir.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua DAD Kabupaten Melawi yang telah membuka ruang silaturahmi dan dialog dengan MMBB.

“Berbudaya, beradat. Apapun organisasi dan ormasnya, mari kita tetap bersatu sesuai moto MMBB: bersatu, cerdas, dan bermartabat,” lanjutnya.

Marselinus berharap Gawai Dayak ke XVIII menjadi ajang memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat solidaritas masyarakat Dayak di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Melawi.

Acara silaturahmi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Setelah kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan makan siang bersama.

Kehadiran MMBB dalam rangkaian pra-Gawai Dayak ke XVIII dinilai memperkuat sinergi antara lembaga adat dan organisasi kemasyarakatan Dayak dalam menjaga nilai budaya, adat, dan persatuan di Kabupaten Melawi.

(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *