Mengapa banyak orang salah kaprah mengira minyak bumi terbuat dari dinosaurus?

STRATEGINEWS.id, Medan — Sepanjang waktu dalam hidup Anda, Anda mungkin pernah diberi tahu bahwa minyak bumi terbuat dari fosil dinosaurus. Ungkapan ini seolah-olah menggambarkan seekor stegosaurus mati tergeletak di tanah selama jutaan tahun dan berubah menjadi cairan yang dapat memberi daya pada mobil atau motor Anda.

Meskipun gagasan itu terdengar keren dan diyakini banyak orang karena sudah kadung tersebar luas, itu adalah pemikiran yang salah kaprah. Kesalahpamahan ini tampaknya berakar pada sebuah pameran bertajuk Century of Progress World’s Fair tahun 1933 di Chicago, Amerika Serikat.

“Untuk beberapa alasan aneh, gagasan bahwa minyak berasal dari dinosaurus telah melekat pada banyak orang,” jelas ahli geologi Reidar Müller dari University of Oslo kepada Science Norway. “Tetapi minyak berasal dari triliunan alga dan plankton kecil.”

Puluhan hingga ratusan juta tahun lalu, sejumlah besar alga dan plankton menjalani hidup singkat mereka, mendapatkan energi dari Matahari atau memakan makhluk yang lebih kecil. Saat mereka mati dan tenggelam ke dasar laut, organisme-organisme kecil ini perlahan-lahan menumpuk menjadi lapisan-lapisan yang tebalnya bisa mencapai berkilo-kilometer.

Lapisan-lapisan ini perlahan-lahan terkubur di bawah sedimen yang semakin banyak, memampatkannya menjadi jenis batuan sedimen yang dikenal sebagai “batuan sumber”.
Batuan-batuan ini, di bawah panas dan tekanan yang tepat, dan di lingkungan dengan oksigen yang sangat sedikit, pada dasarnya terolah menjadi cairan hitam yang kita idam-idamkan.

Jadi jelas minyak tercipta di lingkungan laut, bukan di tempat dinosaurus darat berkeliaran.

Meskipun sesekali reptil laut, atau mungkin Triceratops yang mencoba berenang dengan cara yang kurang bijaksana, mungkin berakhir di dasar laut, mereka akan menjadi minoritas yang sangat kecil sebagai material pembentuk minyak bumi.

Hanya karena stroberi dapat mengandung tungau, misalnya, bukan berarti stroberi terbuat dari tungau. Itu analogi yang mirip untuk ungkapan hanya karena jasad dinosaurus bisa terurai menjadi minyak bumi, bukan berarti minyak bumi yang ada di laut itu terbuat dari dinosaurus.

Selain itu, makhluk yang lebih besar yang tenggelam ke dasar laut, seperti dinosaurus, cenderung dimangsa dengan cepat. Hal ini familiar terjadi pada bangkai paus, misalnya.

Kondisi tersebut mencegah dinosarus ataupun hewan besar lainnya untuk suatu hari nanti menjadi minyak bumi yang dibakar di dalam kendaraan.

Jadi, dari mana ide bahwa minyak terbuat dari dinosaurus berasal? Apakah para ilmuwan pernah percaya bahwa itu benar?

Jawaban singkatnya adalah tidak. Ketika manusia pertama kali menemukan minyak bumi, manusia sebenarnya tidak tahu apa itu.

Namun, kita mengira itu mungkin semacam mineral, dan nama petroleum yang kita berikan itu memiliki arti “minyak batu” dalam bahasa Latin.

Ilmuwan Rusia, Mikhail Lomonosov, adalah orang pertama yang mengusulkan bahwa minyak bumi terbuat dari bahan organik yang telah dikompresi dan dipanaskan dari waktu ke waktu, pada 1763. Tidak ada penjelasan serius bahwa minyak terbuat dari dinosaurus, baik sebelum maupun sesudahnya.

Alasan anggapan bahwa minyak bumi berasal dari dinosaurus mungkin sebagian disebabkan oleh nama bahan bakar fosil. Banyak orang mengaitkan kata “fosil” itu dengan “fosil sisa-sisa dinosaurus tua yang besar”.

Namun perusahaan minyak Sinclair Oil kemungkinan lebih bertanggung jawab atas mitos tersebut. Mitos atau anggapan yang salah kaprah itu muncul antara lain karena pameran mereka di ajang Century of Progress World’s Fair di Chicago pada 1933, dan kampanye iklan mereka yang menggunakan dinosaurus sebagai maskot.

“Para penulis iklan Sinclair pertama kali memiliki ide untuk menggunakan dinosaurus dalam pemasaran Sinclair pada 1930. Mereka mempromosikan pelumas yang dimurnikan dari minyak mentah yang diyakini terbentuk ketika dinosaurus berkeliaran di bumi,” demikian penjelasan situs web Sinclair seperti dikutip IFL Science.

“Kampanye aslinya mencakup selusin dinosaurus yang berbeda tapi raksasa yang lembut, Apatosaurus, yang berhasil memikat hati orang Amerika.”

Meski benar bahwa minyak (sekitar 54 persennya, tepatnya) diciptakan sekitar waktu yang sama dengan zaman dinosaurus, iPhone pun keluar sekitar waktu yang sama dengan tayangnya film Dreamworks tertentu tapi Anda tetap tidak melihat iPhone diiklankan dengan wajah Shrek.

Apa yang dilakukan perusahaan minyak Sinclair itu seperti meletakkan dinosaurus di kemasan jus, dan orang-orang akan menganggap dinosaurus sebagai bahan dari jus tersebut.

Asosiasi dinosaurus dengan sebuah merek dari produk minyak bumi, dan akhirnya dengan minyak bumi itu sendiri, diperkuat di acara World’s Fair. Di sana Sinclair mensponsori pameran sembilan dinosaurus berukuran penuh yang dilihat oleh sekitar 16 juta pengunjung pameran.

Dinosaurus, dan khususnya Apatosaurus, yang kemudian menjadi logo perusahaan, menarik perhatian publik, dan perusahaan mulai menampilkan dinosaurus di parade Hari Thanksgiving Macy setiap tahun sejak 1963.

“Kampanye pemasaran mereka yang cerdik, menurut saya, telah memperkuat hubungan antara dinosaurus dan minyak dalam imajinasi publik, menanamkan hubungan yang salah ke dalam pikiran hampir semua orang,” jelas ahli paleontologi dan geologi Amerika, Kenneth Lacovara, dalam sebuah artikel untuk Powell’s.

“Hubungan yang salah itu kira-kira seperti ini: Minyak adalah bahan bakar fosil, dan sebagian besar berasal dari zaman dinosaurus. Fosil sama dengan dinosaurus, oleh karena itu dinosaurus sama dengan minyak.”

Jadi, tampaknya iklanlah, bukan sains, yang menyebabkan asosiasi antara dinosaurus dan minyak bumi dalam benak publik, seperti dikutip dari Nationalgeographic.co.id, Rabu (13/5/2026) malam.

(KTS/rel)

Sumber: Nationalgeographic.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *