Daerah  

Polemik Seleksi Paskibraka, Benarkah Kaban Kesbangpol TTS Jadi “Sasaran Tembak” Karena Tolak Permintaan Oknum “D” ?

STRATEGINEWS.id, TTS – Mencuatnya polemik seleksi Paskibraka 2026 di Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS) yang di selenggarakan pihak Kesbangpol setempat, hingga viral di Media Sosial (Medsos) rupanya terus mendapat perhatian berbagai pihak.

Kali ini Masyarakat Adat kerajaan Amanatun ( MAKANA ) melalui Kesel/Raja Drs Jonatan akhirnya buka suara menyoroti dugaan ‘permainan’ oknum tertentu yang sengaja membesar – besarkan hal ini, hingga diduga menjadikan Kaban Kesbangpol TTS, Usif Apolos Banunaek sebagai sasaran tembak melalui cara – cara yang tidak terpuji dan beretika di Medsos .

Kepada media ini selasa 12/05/26 di Sekertariat Masyarakat Adat Kerajaan Amanatun ( MAKANA ) 2 Kota Kupang, Kesel/Raja Drs Jonatan Banunaek di dampingi Meo Naek Amanatun Pdt. Yohanis Tafuli S.Sos, secara tegas meminta agar polemik seleksi Paskibraka 2026 di TTS segera di hentikan.

“Kami minta polemik ini segera di hentikan.Jika tidak maka kami keluarga besar Masyarakat Adat Kerajaan Amanatun ( MAKANA ) akan menempuh jalur hukum, melaporkan oknum – oknum yang sengaja bermain di balik layar untuk meruncing dan membesar – besarkan persoalan ini”.tegas Banunaek.

Menurut Kesel/Raja Jonatan, pihak ( MAKANA ) dan keluarga Banunaek/Amanatun telah mengantongi bukti berupa Chat Whatsupp (Wa) dari salah satu oknum berinisial pejabat “D” kepada Kaban Kesbangpol TTS, Usif Apolos Banunaek, yang isinya meminta tolong terkait seleksi Paskibraka 2026 di TTS

Permintaan oknum ini lanjut Usif Jonatan, tak di kabulkan dan di tolak Kaban Kesbangpol, karena memang sang Anak tidak memenuhi standar nilai yang di tentukan oleh Panitia Seleksi (Pansel)

“Fakta inilah diduga menjadi pemicu hingga persoalan ini menjadi viral di Medsos. Apalagi di kaitkan
dengan kesalahan input data oleh staf, hingga diduga menjadi “senjata” ampuh bagi oknum “D” ini untuk membesar – besarkan persoalan dan menjadikan Kaban Kesbangpol sebagai sasaran tembak di Medsos”. ungkap Banunaek

Bagi MAKANA dan keluarga besar MAKANA/Amanatun, polemik seleksi Paskibraka ini, terindikasi sengaja di besar – besarkan oknum dimaksut bersama kaki tangannya. Oleh karena itu kami menghimbau kepada pihak – pihak yang “bermain” di balik layar untuk segera dihentikan

“Sebelum terlambat dan ceritanya menjadi lain, kami mohon kepada oknum tersebut dan kaki tangannya untuk segera menghentikan cara tidak beretika dan tidak bertanggung jawab. Jangan sampai saudara akan malu sendiri jika masalah ini kami buat laporan polisi di sertai bukti yang ada”.ujar Banunaek

Marwah dan Martabat Keluarga

Terkait persoalan dengan kami keluarga besar Masyarakat Adat Kerajaan Amanatun ( MAKANA )
Secara keseluruhan, maka kami minta kepada pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab, agar segera hentikan sudah polemik ini, sebelum kami mengambil langkah hukum.

“Karena ini sudah menyangkut marwah dan martabat keluarga besar ( MAKANA ) , dimana beberapa waktu ini saudara kami di buli di Medsos secara tidak beretika. Maka sebelum hal ini jadi persoalan hukum, kami mohon segera hentikan”. harap Usif/Kesel Drs Jonatan Banunaek.di Aminkan Meo Naek Amanatun Yohanis Tafuli S.Sos ( MST/ tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *