STRATEGINEWS.id, Medan — Polrestabes Medan melakukan simulasi pengamanan kota (Sispamkota) sekaligus sosialisasi pengalihan arus lalu lintas dalam rangka persiapan peringatan 1 Mei (May Day), Rabu (29/4/2026).
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta kelancaran arus lalu lintas saat pelaksanaan pengamanan nantinya.
“Simulasi ini sekaligus sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan. Kami mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan rute perjalanan,” ucapnya, Selasa (28/4/2026).
Dalam simulasi tersebut, sejumlah ruas jalan di Kota Medan ditutup dan arus kendaraan dialihkan mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Penutupan difokuskan di kawasan inti kota, khususnya sekitar Lapangan Benteng dan Lapangan Merdeka.
Adapun rekayasa lalu lintas yang diterapkan:
*Arus menuju Lapangan Benteng ditutup dan dialihkan ke Jalan Putri Hijau.
*Jalan Mayor ditutup dan dialihkan ke arah Lapangan Merdeka.
*Akses Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Pulau Penang ditutup, dialihkan ke Jalan Putri Hijau.
*Jalan Kejaksaan ditutup dan arus dialihkan ke Jalan Imam Bonjol.
*Jalan Zainul Arifin ditutup dan dialihkan ke Jalan Sudirman.
*Arus dari Jalan Diponegoro (depan Kantor Gubernur) menuju Lapangan Benteng dialihkan ke Jalan S Parman.
*Akses menuju Wisma Benteng ditutup dan dialihkan ke Jalan Kejaksaan.
*Arus dari arah Jalan Kejaksaan dialihkan ke Jalan Teuku Umar.
*Jalan Candi Biara ditutup dan dialihkan ke Jalan S Parman.
*Jalan Maulana Lubis ditutup dan dialihkan ke Jalan Candi Borobudur.
Selain itu, Satlantas juga menerapkan sistem contraflow di Jalan Pengadilan untuk mengurai kepadatan, khususnya bagi kendaraan yang menuju ke Jalan Imam Bonjol dan Jalan Sudirman.
Penutupan juga dilakukan di sejumlah persimpangan strategis, seperti Simpang Diponegoro–Kartini, Imam Bonjol–Teuku Daud, serta Cut Mutia–Imam Bonjol, dengan pengalihan arus menuju ruas jalan alternatif seperti Jalan Sudirman dan Jalan Imam Bonjol.
AKBP Sri Lestari Widodo menegaskan, rekayasa lalu lintas ini bersifat sementara dan merupakan bagian dari latihan kesiapsiagaan.
“Kami harap masyarakat dapat memahami dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keamanan bersama,” ujarnya, seperti dikutip dari mistar.id, Selasa (28/4/2026) malam.
(KTS/rel)










