STRATEGINEWS.id, Medan — Dalam kurun waktu empat bulan terakhir, Januari hingga April 2026 atau selama 114 hari sebanyak 211 kejahatan terjadi di wilayah kerja Polres Pelabuhan Belawan.
Hal itu dikatakan Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, saat paparan di aula Mapolres, Sabtu (25/4/2026).
“Yang paling banyak kasus pencurian dengan kekerasan,” katanya, didampingi sejumlah pejabat umum Polres Pelabuhan Belawan, di antaranya Kasat Reskrim AKBP Agus Purmono, Kasat Narkoba AKP AR Reza dan Kapolsek Belawan AKP Ponijo.
Sedangkan terkait dengan kejahatan atau kasus narkoba, sebanyak 116 tersangka telah ditangkap, terdiri dari 79 pengedar dan 37 pengguna.
“Semua tersangka pengedar narkoba telah dan sedang kami proses, sedangkan pengguna direhab,” ujarnya.
Untuk terus menekan dan mengantisipasi terjadinya kejahatan, Polres Pelabuhan Belawan dan Pemko Medan telah dan sedang memaksimalkan fungsi Pos Kamling.
“Pos Kamling sudah berjalan dan kami melakukan pembinaan kepada petugas. Namun yang namanya kejahatan semua mencari peluang,” katanya.
Di tempat sama, tokoh masyarakat Belawan, Irfan Hamidi, mengapresiasi kinerja Polres Pelabuhan Belawan.
“Terkait dengan keterlibatan Pomal dalam memberantas kejahatan di Belawan merupakan kebahagiaan bagi masyarakat dan bukti adanya kolaborasi antara penegak hukum,” sebutnya.
Kepada semua tersangka yang telah ditangkap, Irfan berpesan agar mereka sadar dan menjadikan hal ini sebagai pelajaran.
“Kalian adalah anak terbaik dari orangtua sehingga jadikan ini penangkapan terakhir untuk mengubah hidup ke depan yang lebih baik dan bermanfaat,” katanya.
Hal sama dikatakan M Badlun Al Kholidi dan mengajak seluruh masyarakat terus membantu polisi dalam membina dan menjaga keamanan di wilayah kerja Polres Pelabuhan.
“Saya menilai kerja sama semua pihak, terutama TNI Polri, akan menjadikan alat pencegah hukum di negara ini semakin kuat,” tukasnya, seperti dikutip dari metroonline.co, Sabtu (25/4/2026) sore.
(KTS/rel)












