Ribuan Perangkat Desa di Subulussalam Berharap Kebijakan Pemko, Honor Kurang Bayar 2024 Diminta Segera Dibayar Jelang Lebaran

Foto ilustrasi

STRATEGINEWS.id, Subulussalam – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, ribuan perangkat desa di seluruh wilayah Pemerintah Kota Subulussalam menyampaikan harapan besar kepada pemerintah daerah agar honor kurang bayar Tahun Anggaran 2024 dapat segera dibayarkan, setidaknya sebagian, guna membantu memenuhi kebutuhan keluarga menjelang lebaran.

Harapan tersebut ditujukan kepada Sekda sebagai ketua TAPK,Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong (DPMK) serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Subulussalam agar dapat mengambil langkah kebijakan untuk merealisasikan pembayaran tersebut dalam waktu dekat.

Sejumlah perangkat desa menilai, kebutuhan menjelang Idul Fitri setiap tahun selalu meningkat, mulai dari kebutuhan sembako, pakaian anak-anak, hingga berbagai kebutuhan tradisi lebaran lainnya. Sementara jika hanya mengandalkan pembayaran honor tahun 2026 yang kabarnya akan dibayarkan dua bulan, jumlah tersebut dinilai sangat terbatas.

“Jika hanya dua bulan yang dibayarkan, tentu sangat minim untuk kebutuhan lebaran. Apalagi harga sembako saat ini cukup tinggi. Dengan sekitar dua juta rupiah tentu sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar salah seorang perangkat desa kepada media ini.

Para perangkat desa berharap adanya kebijakan khusus dari pemerintah kota agar kekurangan honor tahun 2024 dapat segera dicairkan. Menurut mereka, pembayaran tersebut bukan hanya membantu kebutuhan keluarga perangkat desa, tetapi juga akan berdampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat di Kota Subulussalam.

Informasi yang berkembang di kalangan aparatur desa menyebutkan bahwa Wali Kota Subulussalam sebelumnya pernah menyampaikan kondisi kas daerah saat ini berada pada kisaran Rp109 miliar. Bahkan dalam pertemuan dengan beberapa perwakilan kepala desa, wali kota juga disebut meminta agar kekurangan honor perangkat desa tahun 2024 dapat dibayarkan selama tiga bulan, serta honor tahun 2026 dibayarkan dua bulan.

Jika kebijakan tersebut direalisasikan, maka total pembayaran honor perangkat desa mencapai lima bulan, yang tentu akan sangat membantu ribuan perangkat desa di Kota Subulussalam dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

“Kalau lima bulan itu bisa direalisasikan sebelum lebaran, tentu sangat membantu kami. Selain meringankan beban keluarga perangkat desa, uang itu juga akan berputar di ekonomi masyarakat karena sebagian besar akan dibelanjakan di pasar-pasar lokal,” ungkap perangkat desa lainnya.

Para perangkat desa berharap pemerintah kota melalui dinas terkait dapat segera mengambil langkah konkret agar pembayaran honor tersebut dapat direalisasikan sebelum Idul Fitri tiba.

Mereka menilai, selain sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada aparatur desa yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat di kampong, kebijakan tersebut juga akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Kota Subulussalam menjelang hari besar keagamaan.

“Harapan kami sederhana, semoga pemerintah daerah dapat memberikan kebijakan terbaik agar perangkat desa juga bisa merasakan kebahagiaan menyambut lebaran bersama keluarga,” harap mereka.

[dedi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *