Akses Sipi -Jono Sementara Gunakan Jembatan Bailey

Jembatan Bailey Sipi-Jono.

Strateginews.Id, Donggala – Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang dalam menyelesaikan akses jalan yang putus akibat banjir sangat tepat waktu. Salah satunya pembangunan jembatan sementara (Bailey) yang menghubungkan akses jalan menuju ke beberapa desa di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala.

Melalui pantauan Strateginews.id di lokasi pada Kamis, (17/07) terlihat pada bagian oprit atau bagian dari struktur jembatan berupa timbunan sudah di lakukan pengerasan .Meskipun begitu jembatan tersebut sudah bisa di lalui sepeda motor dan mobil berat kapasitas maksimal 10 ton.

Jembatan yang membentang di atas sungai Sipi di perkirakan memiliki panjang bentangan hampir 200 meter itu, beberapa waktu lalu telah di selesaikan kegiatan proyek perbaikan daruratnya oleh rekanan CV. Mahakarya Putra Mandiri (MPM).

Berdasarksn informasi yang di peroleh dari sumber, mengatakan anggaran yang di gelontorkan untuk membiayai proyek itu sebesar Rp.5 miliar lebih bersumber dana Pemprov Sulawesi Tengah berasal dari alokasi dana Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Menurut salah seorang masyarakat di Desa Sipi, Kecamatan Sirenja sebut saja Mardisom (48) mengatakan, rampungnya pekerjaan jembatan ini walaupun masih sifatnya sementara sudah sangat membantu masyarakat setempat.

“Dengan adanya jembatan sementara ini, kami di sini sudah tak perlu was-was lagi saat menyebrang mengendarai kendaraan bermotor di sungai Sipi. Sekarang sudah ada jembatan, jadi ini sangat membantu Masyarakat dari beberapa desa untuk beraktifitas di kebun maupun ke sawah.” Imbuh Mardisom.

Lebih lanjut di katakannya, saat jembatan belum ada, aktifitas masyarakat di beberapa desa yang hanya menggunakan satu-satunya akses jalan itu kesulitan. Menurutnya secara ekonomi, warga juga ikut terdampak karena jalan menuju ke pasar untuk membawa hasil pertanian sulit di angkut dengan mobil.

“Makanya kami sangat berterima kasih kepada Pemprov Sulawesi Tengah terutama Dinas Bina Marga, yang telah memasang jembatan itu, agar bisa di lewati mobil pengangkut hasil pertanian kami. Selain itu, Kami juga berharap agar para sopir jangan melewati kapasitas maksimal 10 ton yang bisa bikin ambruk jembatan.” Pungkas Mardisom.

Sal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *